Atasi Covid-19 di Kepri, Isdianto Setuju PSBB, Tapi Wali Kota Batam Justru Terapkan Lain
Plt Gubernur Kepri, H Isdianto dan Wali Kota Batam, H Muhammad Rudi beda konsep soal penanganan Covid-19. Ini perbedaannya.
Penulis: Thom Limahekin | Editor: Thom Limahekin
TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), H Isdianto setuju kalau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan di Kepri.
“Terkait penerapan PSBB, menurut saya, di Kepri memang perlu dilakukan,” kata Isdianto, Rabu (22/4/2020) pagi.
Pernyataan tersebut disampaikan Isdianto saat menerima bantuan 1 juta masker dari Temasik Foundation Singapura di Gedung Daerah, Tepi Laut, Kota Tanjungpinang.
Hanya saja saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri masih harus berkoordinasi dengan pihak kabupaten dan kota yang ada.
Dari tujuh kabupaten dan kota, 4 di antaranya sudah ada warga yang terpapar virus Corona, yakni Batam, Bintan, Tanjungpinang dan Karimun.
Meskipun daerah yang lain sampai sekarang bersih, tetapi dia berharap agar mereka tidak terpapar.
“Makanya kita pandang perlu PSBB.
Tujuannya adalah agar yang sudah terpapar tidak makin meluas.
Yang belum terpapar jangan sampai terpapar," ujar Isdianto.
• Terima Bantuan 1 Juta Masker dari Temasik Foundation Singapura, Isdianto: Masker Sudah Langka
Namun, harapan Isdianto ini seakan bertolak belakang dengan kebijakan Wali Kota Batam, H Muhammad Rudi.
Pada konferensi pers yang digelar di Dataran Engku Putri, Batam Center, Kota Batam, Rabu (22/4/2020) sore.
Rudi menegaskan Pemerintah Kota (Pemko) Batam akhirnya memilih menjalankan konsep lain.
Dia justru menerapkan karantia wilayah per setiap kecamatan.

"Kita memilih karantina wilayah saja.
Konsepnya, per kecamatan, per kelurahan untuk pembatasan," ujar Rudi.