Jumat, 24 April 2026

BELAJAR DARI RUMAH

Kisah Kelam di Balik Sejarah Buah Pala, Perbudakan hingga Korban Nyawa

etelah mengetahui cara membudidayakan tanaman buah pala, ada baiknya kamu mengetahui kisah buah pala yang menjadi incaran penjajah.

https://bobo.grid.id/
Buah pala merupakan rempah-rempah yang pernah menjadi rebutan penjajah 

TRIBUNBATAM.id, BANDA - Setelah mengetahui cara membudidayakan tanaman buah pala, ada baiknya kamu mengetahui kisah buah pala yang menjadi incaran penjajah.
Cara membudidayakan tanaman buah pala menjadi materi kelas 4,5, dan 6 di program belajar dari rumah TVRI, Rabu (22/4/2020).
Buah Pala merupakan rempah-rempah yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan.

Rempah ini kemungkinan besar berevolusi di sini dan selama berabad-abad lamanya Banda jadi satu-satunya tempat pala tumbuh.

Cara Budidaya Tanaman Buah Pala Jadi Materi SD Kelas 4, 5 & 6 di TVRI, Berkhasiat untuk Kesehatan

Sejarah pala berawal dari abad ke-6.

Sejarah pala sendiri bisa ditelusuri jauh hingga abad ke-6.

Pala mencapai Byzantium yang berjarak sekitar 12.000 kilometer dari Banda.

Sekitar tahun 1.000 Masehi, Ibnu Sina mendeskripsikan pala sebagai ‘jansi ban’ atau biji Banda.

Masyarakat Arab kala itu menggunakan pala sebagai barang barter, yang akhirnya membawa pala ke Venesia, Italia yang dijadikan perasa untuk makanan para bangsawan Eropa di sana.

Pala selalu benar-benar mahal saat itu.

Pada abad ke-14 di Jerman, harga satu pon atau sekitar setengah kilogram pala bisa dihargai sama dengan tujuh ekor lembu yang gemuk.

Perburuan pala bisa dikatakan telah membantu pembangunan dunia modern komersial.

Pada 1453, bangsa Turki Ottoman menaklukan Konstantinopel yang sekarang jadi Istanbul, Turki.

Hal tersebut berdampak pada embargo perdagangan di sepanjang tempat yang mereka lalui, sehingga banyak pedagang akhirnya menghindari monopoli rempah.

Monopoli tersebut dilakukan bangsa Arab dan Venesia, memaksa orang Eropa untuk menemukan rute perdagangan baru di timur.

Sementara Vasco da Gama mengitari Tanjung Harapan pada 1497, anak buahnya menyerang lewat pantai Kerala dan meneriakkan, ‘Untuk Kristus dan rempah!’ Afonso de Albuquerque, jenius militer bangsa Portugis pun masuk ke Malaka dan Banda pada 1511.

Benteng yang ia bangun di sana kemudian mengkonsolidasikan monopoli bangsa Portugis terhadap jalur perdagangan pala di dunia yang bertahan hingga satu abad lamanya.

Perebutan antar bangsa Pala jadi rempah yang sangat diperebutkan oleh banyak bangsa.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved