Breaking News:

KECELAKAAN KERJA DI BATAM

Satreskrim Polresta Barelang Tetapkan 2 Tersangka Kecelakaan Kerja PT Bandar Abadi Tanjung Uncang

Dua tersangka yakni Safety Incharge, Anggita Parlindungan dan Foreman Mechanic Propeller, Sumarsono.

Penulis: Eko Setiawan | Editor: Septyan Mulia Rohman
tribunbatam/eko setiawaan
Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Andri Kurniawan. Pihaknya menetapkan dua tersangka terkait kecelakaan kerja di PT Bandar Abadi, Tanjunguncang, Kota Batam, Provinsi Kepri. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Penyidik Polresta Barelang menetapkan dua orang sebagai tersangka kasus kecelakaan kerja di PT Bandar Abadi Tanjunguncang, Kota Batam, Provinsi Kepri.

Dua tersangka yang diamankan tersebut bernama Anggita Parlindungan. Ia menjabat sebagai Safety Incharge. Sementara tersangka kedua Foreman Mechanic Propeller, Sumarsono.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan, Rabu (22/4/2020) siang mengatakan, dua orang tersangka tersebut sudah dibawa oleh petugas kepolisian.

"Terkait Laka kerja di PT Bandar Abadi, kita sudah menetapkan dua orang sebagai tersangkanya," ujarnya.

Untuk diketahui, laka kerja tersebut terjadi pada 14 Maret 2020 lalu sekira pukul 10.00 WIB di ruang mesin kapal TB. MAJU DAYA 37 yang menjalani perbaikan di lokasi perusahaan.

Setidaknya delapan orang menjdi korban dalam peristiwa laka kerja kapal meledak tersebut. Dua di antaranya meninggal dunia, sementara selebihnya mengalami luka balar yang cukup parah.

"Dia tidak menjalankan Standar Operasional Procedure (SOP) yaitu tidak menghentikan pengerjaan yang dilakukan oleh korban pada saat bongkar mesin di ruang mesin kapal. Dikarenakan korban disaat pada saat melakukan pengerjaan tersebut tidak memiliki izin bekerja berupa surat permit," ucap Andri.

Ia mengatakan, tersangka Sumarsono diduga tidak melakukan pengajuan izin bekerja berupa surat permit untuk melakukan pembongkaran overhaul (bongkar mesin) pada propeller.

Sehingga pengerjaan yang dilakukan oleh korban yaitu di ruang mesin kapal tersebut tidak dilakukan pengecekan atau validasi terlebih dahulu oleh project incharge dan SAFETY INCHARGE sehingga mengakibatkan terjadi kecelakaan kerja.

Pihaknya masih memeriksa kedua tersangka ini. Andri belum bisa berkomentar banyak ketika disinggung adanya tersangka lain dari pengungkapan kasus kecelakaan kerja ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved