Minggu, 12 April 2026

Tak Sekadar Cantik, Bunga Anggrek Ternyata Memiliki Potensi Dijadikan Obat, Apa Saja?

Bahkan penggemar anggrek kadang tak segan rela merogoh kocek dalam-dalam hanya untuk memiliki bunga anggrek yang indah

KOMPAS.com/M AGUS FAUZUL HAKIM
Salah satu bunga anggrek di Kampoeng Anggrek Kediri, Jawa Timur, Minggu (11/2/2018) 

TRIBUNBATAM.id - Bunga Anggrek lebih banyak dikenal orang dari pada bunga hias lainnya.

Begitu mendengar atau disebutkan nama anggrek, semua orang langsung mengenalnya.

Bunga eksotis ini memang memiliki aura yang cukup memikat karena jenis, bentuk, dan warnanya yang beraneka ragam.

Bahkan penggemar anggrek kadang tak segan rela merogoh kocek dalam-dalam hanya untuk memiliki bunga anggrek yang indah.

Beberapa jenis bunga anggrek bahkan diketahui memiliki harga jual yang sangat mahal dan bisa dibilang tak masuk akal, yakni hingga ratusan juta dan bahkan miliaran rupiah.

Karena keindahannya tersebut, bunga anggrek akhirnya terlanjur dikenal masyarakat hanya sebagai tanaman hias.

Padahal, di balik itu, bunga anggrek juga mempunyai potensi untuk dijadikan sebagai tanaman obat.

Peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisonal (B2P2TOOT) Balitbangkes, Kemenkes, Dian Susanti, SP dalam tulisannya yang dimuat di Majalah Warta HortusMed Edisi 1 2019, mengungkapkan banyak potensi biologis dari anggrek yang dapat dikembangan dan bermanfaat bagi manusia.

Potensi yang dimaksud tersebut, yakni bunga aggek bisa dimanfaatkan sebagai tanaman obat dan bahan kosmetik serta parfum.

Potensi bunga anggrek sebagai tanaman obat
Pemanfataan anggrek dalam prakik pengobatan tradisional sebenarnya telah lama dilakukan oleh masyarakat di beberapa negara, terutama China, Jepang, Amerika, India, Australia, dan beberapa negara lain di Eropa.

China adalah negara yang pertama kali membudidayakan anggrek dan mendeskripsikan penggunaan bunga tersebut untuk pengobatan.

Dalam Materia Medika China abad 28 SM, dijelaskan bahwa anggrek Bletilla striata dan Dendrobium sp. berkhasiat untuk pengobatan.

Hingga saat ini pun, menurut Dian Susanti, anggrek masih digunakan sebagai obat dalam pengobatan herbal China.

Selain di China, Confucius (551-479 SM) menyatakan, anggrek sebagai "The King of Fragrant Plants".

Legenda negara Jepang menyebut bahwa seorang istri raja yang mandul dapat melahirkan 13 anak setelah menghirup parfum memabukkan dari Cymbidium ensifolium.

Hingga kini, puluhan jenis anggrek telah dimanfaatkan sebagai tanaman obat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved