Kamis, 4 Juni 2026

RAMADHAN DI BATAM

Selalu Jadi Pusat Kuliner Khas Melayu saat Ramadhan, Kini Warga Tanjung Uma Diminta Jualan Online

Ada yang berbeda dengan Ramadhan tahun ini. Tanjung Uma yang selalu jadi pusat kuliner khas Melayu kini sepi selama pandemi covid-19.

Tayang:
TRIBUNBATAM.id/HILMI HEPTANA
Menjelang Ramadhan 1441 Hijriah, Pasar Kampung Agas Tanjung Uma, Batam tidak ada stan yang dipasang sebagai lokasi bazaar. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pada situasi pandemi Covid-19 Pemerintah Kota Batam (Pemko ) menghimbau masyarakat agar melakukan sosial distancing dan tidak berkumpul di keramaian.

Pada saat  memasuki bulan Suci Ramadhan atau bulan puasa, ketua tim gugus percepatan penanganan Covid-19 Amsakar Achmad menginstruksikan kepada Camat dan Lurah untuk memantau wilayahnya masing- masing dan membuat tim penindakan jika ada warga yang ingin mendirikan bazar Ramadhan.

Terkait bazar Ramadhan yang setiap tahun diadakan di Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, untuk tahun ini ditiadakan.

Nanang Ketua RT 02 RW 01 Tanjung Uma.

"Iya sekarang udah ga boleh, kemaren ada himbauan juga oleh tim gabungan Kamtibnas dan babinsa di pasar kampung agas Tanjung Uma, biasanya sekarang udah pasang stan, akan tetapi warga bisa jualan makanan online," kata Nanang pada TRIBUNBATAM.id, Kamis (23/04/2020).

Ramadhan 1441 Hijriah Tiba, Masjid Agung Batam Ditutup, Shalat Tarawih Ditiadakan Akibat Covid-19

Kerinduan Umat Muslim Batam Hidupkan Malam Ramadhan, Tetap Shalat Tarawih Berjamaah Meski Satu Shaf

Warga Tanjung Uma bisa jualan makanan online di facebok, group facebook seperti group seputaran Tanjung Uma dan kuliner khas Tanjung Uma.

Tindo 32 tahun, warga Tanjung Uma rt 01 rw 08 Tanjung Uma, bahwa merasa sedih, karena bazar Ramadhan di Tanjung Uma adalah ciri khas.

"Sedih ya, karena bazar Ramadhan ditiadakan, dari dahulu semenjak saya ada di Tanjung Uma setiap tahun selalu ada bazar, bazar di Tanjung Uma itu khas sekali, apalagi masakanya khas Melayu," kata Tindo.

Sementara, Erlan seorang warga Tanjung Uma juga mengaku  harus mencari altelnatif lain agar bisa memanfaatkan momen Ramadhan untuk mencari nafkah.

"Bisa jualan online atau lewat mulut ke mulut, di depan rumah masing-masing," kata Erlan. (TRIBUNBATAM.id/ Hilmi Heptana)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved