Grafik Orang Terdampak Covid-19 Turun, Isdianto Beberkan Upaya Penanganan Pasien Corona di Kepri
Isdianto membeberkan tren pasien Covid-19 di Kepri dan berharap agar virus yang mematikan ini segera sirna dari Kepri.
TRIBUNBATAM.id, BATAM – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepulauan Riau (Kepri), H Isdianto mengharapkan penurunan grafik orang-orang yang terdampak virus ini semakin besar.
Dia bahkan menghendaki agar virus tersebut bisa benar-benar sirna dari wilayah Provinsi Kepri.
Dia mengatakan data Tim Gugus Tugas menunjukkan tren penurunan jumlah kasus terjadi di sejumlah kategori.
Sejak 17 Maret 2020 lalu, ada 208 pasien dalam pengawasan (PDP) dari 281 PDP yang tercatat, selesai menjalani pengawasan.
Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) yang sudah selesai menjalani masa pemantauan mencapai 2.379 pasien dari 3.058 pasien.

“Dari kategori 1.769 orang tanpa gejala (OTG), sudah dilakukan pengecekan swab test.
Hasilnya menyatakan ada 65 pasien negatif dan 9 pasien terkonfirmasi positif,” sebut Isdianto.
Saat itu Isdianto sedang menghadiri acara penyerahan mobil bantuan penyemprotan disinfektan dan Wipol di Gedung Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batam, Batam Centre, Sabtu (25/4/2020) petang.
Dia menambahkan 9 pasien positif ini melengkapi jumlah pasien positif di Kepri menjadi 54 hingga Sabtu (25/4/2020) lalu.
• Isdianto Jumpa Sri Sudarsono, Adik Mendiang BJ Habibie, Saat Serahkan Bantuan ke PMI Kota Batam
Mereka tersebar di Kota Batam ada 29 pasien, Kota Tanjungpinang sebanyak 21 pasien, serta Kabupaten Karimun dan kabupaten Bintan masing-masing ada 2 pasien.
Jumlah di Kepri belum termasuk cluster KM Kelud yang berjumlah 29 orang dan kini dirawat di Rumah Sakit (RS) Khusus Galang.
Dari 54 pasien itu, ada 26 orang sedang menjalani perawatan dan 11 orang sedang melaksanakan karantina.
Dari jumlah tersebut, sembilan di antaranya sudah sembuh dan delapan meninggal dunia.
Tim Gugus Tugas pun terus melakukan perluasan kelompok masyarakat untuk dilakukan rapid test.

“Sampai saat ini, sudah 2.692 pasien menjalani rapid test dengan hasil 77 pasien reaktif dan 2.615 pasien non reaktif,” ujar Isdianto.
Isdianto menambahkan protokol kesehatan harus dijalankan dengan disiplin kuat untuk mencegah sebaran Covid-19 ini.