HIKMAH RAMADHAN
Keluarga dan Madrasah Ramadhan
Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari ayah, ibu, anak dan orang yang dalam tanggungannya.
Semasa Rasulullah hidup beliau memberi perhatian khusus pada keluarganya dan menyuruh umatnya untuk mengajar keluarganya.
Jika di dalam lingkup keluarga sudah mendapat pengajaran maka secara otomatis di dalam lingkup masyarakatnya individu tersebut juga mendapatkan pengajaran.
Hal ini disebabkan karena masyarakat merupakan gabungan dari keluarga-keluarga.
Kalau di tempat kita (re:Indonesia), masyarakat terdiri dimulai dari keluarga inti, selanjutnya beberapa keluarga inti membentuk Rukun Tetangga, Rukun Warga, Desa atau Kelurahan dan sampailah kepada lingkup terbesar yaitu Negara.
Dengan demikian keluarga yang kuat, harmonis, sakinah mawadah, warahmah akan mampu menciptakan masyarakat yang harmonis, sakinah, mawadah, warohmah.
Nabi sangat peduli dengan pengajaran pada istri dan anak beliau. Dalam hubungan suami isteri misalnya, kita dapat mengetahui bagaimana tata cara menenangkan hati dan menjalin kemesraan didalam rumah.
Salah satu contoh, Nabi meminum dari gelas dan meletakkan mulutnya ditempat bekas mulut Aisyah (re: istrinya) minum, dan beliau mengambil daging yang dimakan Aisyah dan meletakkan mulutnya ditempat bekas mulut Aisyah.
Ini merupakan ungkapan kasih sayang kepada istrinya agar tercipta romantis sehingga rumah tangga tenang dan nyaman. Kondisi nyaman dan tenang menjadi salah satu faktor yang penting dalam proses mendidik di lingkungan keluarga.
Nabi juga pernah tidur di pangkuan Aisyah dan berbaring dalam pelukannya sambil membaca Alquran.
Rasulullah SAW, juga bekerja dirumah membantu tugas istri, beliau juga bertindak sebagai guru di rumahnya, hal ini menghasilkan perubahan sikap atau prilaku keluarganya.
Sehingga istri nabi Muhammad merupakan wanita yang paling baik akhlak dan prilakunya serta ilmunya. Begitu juga dengan anaknya, Fatimah.
Dari keluarga yang hebat ini terbentuklah masyarakat yang hebat dan saatnya untuk kita mengupayakan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam membina keluarga dan masyarakat.
Saat ini kita umat Islam sedang menyambut dan berada dalam bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah, bulan yang diwajibkan orang yang beriman untuk berpuasa, pintu syurga dibuka dan pintu neraka ditutup, tokoh tokoh setan dibelenggu. Bulan ini terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Jika kita hubungkan dengan Madrasah Ramadhan, bahwa bulan Ramadhan merupakan madrasah petunjuk, ketakwaan, kemuliaan, dan madrasah segala kebaikan yang bisa dicari di dalamnya.
Bulan yang dikenal _Syahrus Shiyam_; bulan puasa, bulan pengendalian diri dari hal hal yang dilarang; _Syahrul Qur'an_, bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan pembeda yang benar dengan yang bathil; _Syahrul Mubarak_, bulan yang penuh keberkahan dimana amal kebaikan dinilai berlipat ganda, _Syahrul A'laa_; bulan yang penuh kenikmatan, _Syahrir Tilawah_; bulan untuk kita dan keluarga mendalami dan memahami Al-Qur'an; _Syahrus Shabri_; bulan latihan kesabaran; Syahrir Rahmah; Bulan kasih sayang Allah kepada manusia dan manusia dengan sesama makhluk Nya;
Syahrul Jud, bulan bermurah tangan memberikan bantuan kepada yang membutuhkan.
Dimasa pandemi covid-19 ini maka sangat tepat kita meningkatkan kualitas keluarga kita yang tentunya dengan menjadikan Rasulullah sebagai teladan utama bagi kita dalam berkeluarga, mengupayakan keluarga agar terjauh dari api neraka dengan memberikan pendidikan dan pengajaran yang baik pada seluruh yang ada dalam keluarga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2604-kakankemenag-kabupaten-bintan.jpg)