Selasa, 5 Mei 2026

VIRUS CORONA DI MALAYSIA

Dihantui Kelaparan hingga Dilarang Mudik, Bagaimana Nasib Jutaan TKI di Malaysia?

Untuk masalah kebutuhan makanan, nasib para pekerja asing di Malaysia mengkhawatirkan. Mereka terancam kelaparan hingga dilarang mudik. Ini nasibnya.

Tayang:
AFP
Pengecekan kesehatan di Malaysia. 

TRIBUNBATAM.id, KUALA LUMPUR - Jumlah pekerja migran di Malaysia yang terinfeksi virus Corona atau Covid-19 lebih sedikit dibanding dengan Singapura.

Namun untuk masalah kebutuhan makanan, nasib para pekerja asing di Malaysia dianggap lebih mengkhawatirkan.

Sementara itu di Singapura, untuk karantina para pekerja asing ditempatkan di asrama.

Persediaan makanan bagi pekerja migran di Singapura dijamin pemerintah Singapura.

Di Malaysia, situasi berbeda.

Dalam kondisi isolasi di mana pemerintah setempat mengeluarkan larangan bekerja dan bepergian, pekerja migran di Malaysia menghadapi situasi pelik karena terbatasnya stok makanan maupun makin menipisnya uang tabungan untuk berlelanja.

Harga Bensin Terbaru di Malaysia Rp 4.375 Per Liter, Bandingkan dengan Pertamina

Dilansir dari SCMP, Senin (27/4/2020), pekerja migran di Malaysia didominasi warga negara Bangladesh, Indonesia (Tenaga Kerja Indonesia/ TKI), Nepal, dan India.

Ketika Malaysia menerapkan penutupan nasional yang saat ini memasuki minggu keenam, sebagian besar tempat kerja telah ditutup.

Otomatis, tak ada pemasukan bagi pekerja migran.

Sisa uang hasil bekerja tidak akan cukup untuk membeli makanan, jika situasi sulit pandemi corona ini terus berlanjut.

Sebelumnya, Nahdatul Ulama (NU) menyebut ada 1 juta pekerja migran asal Indonesia yang kini terancam kelaparan.

Mereka sudah tak lagi bekerja. Opsi pulang ke Indonesia juga bukan pilihan, karena baik pemerintah Indonesia mapun Malaysia menutup akses pulang ke kampung halaman.

Agung (30), salah seorang TKI mengatakan, hingga sekarang dirinya bertahan dengan kondisi serba sulit.

Dia bertahan hidup dengan mengkonsumsi mie instan dan telur di tempat tinggal yang diperuntukkan bagi para pekerja konstruksi.

Kondisi tempat tinggalnya juga jauh dari layak.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved