Rabu, 6 Mei 2026

VIRUS CORONA DI ANAMBAS

Tak Balik Modal, Pendapatan Pemilik Speedboat di Anambas Menurun Drastis saat Corona, Ini Curhatnya

Pemilik speedboat di Anambas mengeluhkan sepi pengunjung saat pandemi Covid-19. Pendapatanpun menurun drastis. Untuk dapat Rp 100 ribu saja susah

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/RAHMA TIKA
Suasana Pelabuhan Sri Siantan atau Pelabuhan Pemda saat dihantam Corona, sepi pengunjung. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Pemilik moda transportasi laut di Anambas, yakni speedboat mengeluhkan sepinya penumpang selama pandemi Covid-19.

Pantauan tribunbatam.id Pelabuhan Sri Siantan atau yang lebih dikenal dengan pelabuhan Pemda tampak sepi penumpang. Sementara itu di Pelabuhan Tarempa aktivitas para buruh juga terlihat sepi sejak diberlakukannya penghentian sementara moda transportasi laut khusus angkutan penumpang.

"Kami butuh sekali bantuan dari pemerintah, sehari-hari pendapatan kami semakin berkurang, biasanya kalau hari normal kadang pendapatan sampai Rp 700 ribu hingga Rp 900 ribu, sekarang buat dapat Rp 100 ribu pun susah, karena penumpang sepi," ujar Yadi pemilik speedboat yang tinggal di Air Asuk, Senin (27/4/2020).

Meski sudah tahu bahwa penumpang mulai berkurang, para pemilik speedboat tetap mangkal di pelabuhan Pemda setiap harinya. Karena pendapatan mereka hanya bergantung dari masyarakat yang menaiki speedboat-nya.

"Ditambah lagi pas puasa ini, kalau tahun lalu orang pulau banyak yang ke sini, kadang mereka ada yang nginap, ada juga yang sekedar main-main, kalau sekarang memang betul-betul sepi sekali lah," katanya.

 Dulu Sehari Bisa Dapat Rp 3 Juta, Begini Nasib Pedagang Pakaian di Batam Selama Wabah Corona

Biasanya speedboat milik Yadi bisa menampung penumpang minimal 6 orang. Sedangkan untuk ongkos, satu orang dipatok dengan harga Rp 50 ribu.

Dalam satu hari Yadi harus menyediakan 1 gelen BBM dengan merogoh kocek Rp 350 ribu dan itu sudah dicampur dengan oli.

Namun semenjak pandemi Covid-19 ini, ia mengaku tidak balik modal sama sekali. Untuk membeli bahan bakar speedboat saja tidak menutupi pendapatan yang ia peroleh.

Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup, Ekodesi mengatakan, bahwa seluruh kapal transportasi laut angkutan penumpang dari kota atau kabupaten lainnya dihentikan untuk sementara waktu hingga pandemi covid-19 berlalu.

Namun, untuk transportasi kapal kargo tidak ada larangan. Selain itu juga kapal feri antar desa tidak dilarang dan masih beroperasi sebab wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas hingga saat ini masih ketegori zona aman terkait Covid-19.

"Untuk sementara waktu, Pemda hentikan kapal transportasi laut khusus angkutan penumpang untuk sandar di Anambas. Bagi kapal kargo tidak dilarang," ungkap Ekodesi.

(Tribunbatam.id/Rahma Tika)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved