VIRUS CORONA

AWAS! Infeksi Wabah Corona Global Tembus 3 Juta, Presiden Indonesia: Ayo Transparansi Data

Padahal tanggal 10 Januari 2020 lalu, atamasih 41 kasus pertama dikonfirmasikan di Wuhan, Provinsi Hubei, Cina.

Instagram @sekretariat.kabinet
Presiden Jokowi 

Virus Corona dunia Rata-rata 82.000 kasus telah dilaporkan per hari dalam sepekan terakhir. Kematian rata-rata ini, bahkan dua kali lipat dari angka kematian harian global yang tercatat realtime di Worldometers, 40,637 per hari.

TRIBUNBATAM.ID, BATAM — Hari Selasa (28/4/2020) ini, wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), sudah menembus angka psikologis ketiga, 3,013,690 kasus per pukul 03.00 WIB. 

Artinya, jika digeneralisir, rerata dalam sebulan ada 1 juta kasus. Amerika, pekan ini juga diprediksi akan tembus 1 juta kasus.

Sedangkan di Indonesia bertambah  214 kasus baru dan menjadikan Indonesia total  9.096 kasus denga 765 kematian, tertinggi di Asia Tenggara.

Padahal tanggal 10 Januari 2020 lalu, masih 41 kasus pertama dikonfirmasi WHO membiak Wuhan, Provinsi Hubei, Cina.

Saat diumumkan jadi Pandemi global oleh WHO,  per 27 Januari lalu, baru 82 kasus di luar daratan China, termasuk Hongkong, Deagu Korea, Tokyo Jepang, dan Lombardy Italia.

UPDATE Terbaru Corona di Dunia Rabu 14 April 2020, Mendekati 2 Juta Kasus, 25.839 Kematian di AS

Data Terbaru Corona di Dunia Sabtu (4/4): Tembus 1 Juta Kasus, AS Tertinggi, Jerman Lampaui China

Tiga juta kasus ini menyebar di 209 negara, lima bedua, termasuk delapan negara yang belum mendapat pengakuan kemerdekaan. 

Seperti data WHO, data dari Worldometer dan John Hopkins University di Amerika, hingga akhir April ini ada 208,299 warga meninggal dengan pesien sembuh 878.292.

Jumlah kasus tertinggi  masih di Amerika Serikat (55,118 mati/972.969 kasus). Lalu menyusul lima negara di Eropa; Italia (26,644/197,675), Spanyol (23,521/236,199), Inggris (21,091/154,038), Perancis (22,890/162,220), dan  Jerman (5,976/158,142).

 
 

Kala jumlah kasus terinfeksi global sudah setara dengan penduduk Kota Surabaya plus Kota Solo di Indonesia, pada saat bersamaan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Jakarta, masih menginstruksikan transparansi data penyebaran COVID-19.

Di tengah Pandemi Istri Banyak Minta Cerai, Penyebabnya Faktor Ekonomi dan Perselingkuhan

Cerita Haru Calon Istri Dokter Mikhael Robert Marampe, Tetap Tepati Janji Walau Kekasih Sudah Tiada

Temui Isdianto, Brigjen Gabriel Lema Bikin Sedih Plt Gubernur Kepri!

Melalui Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 dr Achmad Yurianto,  Presiden Jokowi meminta jajarannya di pemerintah pusat dan daerah untuk terus terbuka mengenai data terkait wabah ini.

"Ini sesuai  arahan presiden mengenai keterbukaan data yang diintegrasikan di gugus tugas," kata Yurianto dalam konferensi persnya di Graha BNPB, Jakarta, Senin (27/4/2020). 

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto yang juga juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona memberikan keterangan pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2020). Achmad Yurianto menyampaikan bahwa kondisi dua orang pasien positif virus Corona yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso, keadaannya semakin membaik sedangkan sebanyak 68 kru kapal pesiar Diamond Princess dinyatakan tidak terjangkit virus usai diperiksa spesimennya. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras
Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto yang juga juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona memberikan keterangan pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2020). Achmad Yurianto menyampaikan bahwa kondisi dua orang pasien positif virus Corona yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso, keadaannya semakin membaik sedangkan sebanyak 68 kru kapal pesiar Diamond Princess dinyatakan tidak terjangkit virus usai diperiksa spesimennya. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras.(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A))

HIngga tasi malam, masih ada tambahan kasus positif terinfeksi virus corona di Tanah Air dalam 24 jam terakhir. 

Pemerintah melaporkan 214 kasus baru, sehingga banyaknya kasus positif di Tanah Air hingga Senin (27/4/2020) berjumlah 9.096 kasus. 

Total kasus tersebut tersebar di 288 kabupaten/kota di 34 provinsi Indonesia, di mana sebanyak 7.180 orang tengah menjalani perawatan medis. Virus SARS-CoV-2 sudah menewaskan 765 orang di Indonesia.

 Sementara itu, 1.151 orang lainnya dinyatakan telah negatif virus corona atau pulih. 

Sejauh ini, kasus positif Covid-19 tertinggi tercatat terjadi di DKI Jakarta, disusul oleh Jawa Barat dan Jawa Timur. Berikut rincian data kasus corona virus yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia hingga Senin (27/4/2020).

Kalahkan Kasus Influenza Musiman

Tembusnya angka psikologis ketiga ini, terjadi ketika banyak negara mengambil langkah-langkah untuk memudahkan langkah-langkah lock down, delapan minggu terakhir.

Dengan 3 juta infeksi yang dikonfirmasi dalam waktu kurang dari empat bulan sebanding jumlahnya dengan sekitar 3 hingga 5 juta kasus penyakit parah yang disebabkan oleh influenza musiman di seluruh dunia setiap tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia.

Rata-rata 82.000 kasus telah dilaporkan per hari dalam seminggu terakhir. 

Kematian rata-rata ini, bahkan hampir dua kali lipat dari angka kematian harian global yang tercatat real time di Worldometers, 40,637 per hari.

Hampir sepertiga dari semua kasus ada di Amerika Serikat, dan lebih dari 40 persen telah dicatat di Eropa.

Korban tewas akibat virus itu mencapai lebih dari 200.000 pada hari Senin, dan hampir satu dari tujuh kasus penyakit yang dilaporkan telah berakibat fatal.

Angka kematian sebenarnya cenderung jauh lebih rendah karena penghitungan infeksi tidak termasuk banyak kasus ringan atau tanpa gejala dan belum dikonfirmasi.

Sahrul Ridha mendoakan dan menyalatkan jenazah yang seagama dengannya karena jenazah yang positif Covid-19 atau berstatus PDP tidak boleh didekati keluarga.
Sahrul Ridha mendoakan dan menyalatkan jenazah yang seagama dengannya karena jenazah yang positif Covid-19 atau berstatus PDP tidak boleh didekati keluarga. (kolase BBC.com/dok. pribadi Sahrul Ridha)

Beberapa negara yang sangat parah di Eropa, termasuk Italia, Prancis dan Spanyol, telah mencatat penurunan jumlah kasus harian selama beberapa minggu terakhir, tetapi masih mencatat 2.000 hingga 5.000 infeksi baru per hari dalam seminggu terakhir.

Italia mengatakan akan mengizinkan beberapa pabrik untuk membuka kembali pada 4 Mei sebagai bagian dari pembukaan kembali yang terhuyung-huyung.

Sementara Spanyol melonggarkan aturan penguncian pada hari Minggu, yang memungkinkan anak-anak di luar di bawah pengawasan.

 Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, Tedros Adhanom Ghebreyesus, Senin (27/4) mengemukakan bahwa badan tersebut telah membunyikan alarm tingkat tertinggi atas virus corona baru sejak awal, tetapi menyesalkan bahwa tidak semua negara telah mengindahkan nasihatnya.

Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Covid-19 sebagai pandemi global
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa Covid-19 sebagai pandemi global (EPA-EFE/SALVATORE DI NOLFI(SALVATORE DI NOLFI) Via Kompas.com)

Tedros Adhanom Ghebreyesus menunjukkan bahwa WHO memperingatkan wabah Covid-19 merupakan "Darurat Kesehatan Masyarakat dari Kepedulian Internasional" pada 30 Januari, ketika tidak ada kematian dan hanya 82 kasus yang terdaftar di luar China.

"Dunia seharusnya mendengarkan WHO, dengan hati-hati," katanya dalam konferensi pers virtual.

Organisasi itu telah menghadapi kritik pedas dari Presiden AS Donald Trump, yang awal bulan ini menunda pendanaan Washington setelah menuduh WHO meremehkan keseriusan wabah dan kowtow ke China, di mana coronavirus pertama kali muncul akhir tahun lalu.

Trump tidak memberikan bukti untuk mendukung klaimnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved