Senin, 20 April 2026

TRIBUN WIKI

Sejarah Hari Puisi Nasional, Diperingati Setiap Tanggal 28 April Setiap Tahunnya

Tanggal 28 April diperingati sebagai Hari Puisi Nasional. Tanggal tersebut merupakan tanggal wafatnya seorang pujangga, Chairil Anwar di tahun 1949.

Editor: Eko Setiawan
instagram.com/kemdikbud.ri
Hari Puisi Nasional 

TRIBUNBATAM.id - Tanggal 28 April diperingati sebagai Hari Puisi Nasional.

Tanggal tersebut merupakan tanggal wafatnya seorang pujangga, Chairil Anwar pada usia 26 tahun di tahun 1949.

Seorang penyair yang dikenal dengan julukan “Binatang Jalang” ini pada masanya menelurkan karya-karya besar yang bertahan hingga sekarang.

Karya-karya tersebut di antaranya adalah puisi berjudul “Aku”, “Diponegoro”, “Karawang-Bekasi”, dan “Doa”.

Oleh sebab itu lah, nama Chairil Anwar dikenang dan diabadikan melalui peringatan Hari Puisi Nasional.

Latar Belakang

Hari Puisi Nasional erat kaitannya dengan penyair Chairil Anwar.

Chairil Anwar terkenal dengan gagasan puisisnya yang mendobrak.

Puisinya yang berjudul “Aku” dan ditulis pada tahun 1943 dimuat di majalah Timur pada tahun 1945.

Puisi tersebut dianggap sebagai puisi yang memiliki pengaruh besar pada Angkatan ’45.

Sajak-sajaknya mengembuskan jiwa, semangat dan cita-cita muda.

Chairil Anwar setidaknya menghasilkan 94 karya tulisan pada periode 1942 hingga 1949.

Karya-karya tersebut termasuk 70 sajak asli, 4 saduran, 10 tulisan terjemahan, 6 prosa asli serta 4 prosa terjemahan.

Puisi-puisi Chairil Anwar seperti para pejuang kemerdekaan pada zamannya juga banyak berisi perlawanan dan semangat merdeka.

Chairil sendiri lahir sebagai anak tunggal dari pasangan Toeloes dan Saleha.

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved