VIRUS CORONA DI BATAM
TAK Mau Lewatkan Shalat Fardhu, Para Pedagang Kaki Lima Shalat di Selasar Masjid Agung Batam
Para pedagang kaki lima di sekitar Masjid Agung Batam menjalankan ibadah shalat fardhu di selasar masjid selama pandemi covid-19.
Hanya terlihat seorang petugas pria berjaga di depan pintu masuk.
"Tak ada salat," ujar petugas ini kepada TRIBUNBATAM.id.
Petugas ini menyebut, Masjid Agung Batam Centre juga telah dijaga ketat oleh para petugas Satpol PP.
"Kalau mau izin masuk, ke Satpol saja," timpalnya.
Suasana sepi semakin terasa dikarenakan jumlah kendaraan yang melintas di Jalan Engku Putri Batam sedikit.
Beberapa kali lalu-lalang kendaraan dapat terhitung dengan jari.
"Sedih juga jika tak tarawih di malam pertama ini," kata seorang warga di sekitar masjid, Ichsan kepada TRIBUNBATAM.id.
Baginya, angin malam dan aroma alami yang dihasilkan selepas hujan turun (petrikor) semakin membuat kesedihan begitu terasa.
"Apalagi sehabis hujan. Seperti rindu sama aktivitas di masjid," tutupnya sambil terus berlalu.
Kerinduan Warga Salat Tarawih
Tepat di malam awal bulan Ramadhan, hujan mengguyur Kota Batam, Kamis (23/4/2020).
Aroma selepas hujan (petrikor) pun seolah menjadi saksi bisu berbedanya suasana Ramadhan tahun ini di Batam.
Jika tahun lalu warga masih dapat melakukan aktivitas salat tarawih berjamaah di Masjid, tahun ini terpaksa ditiadakan.
Penyebabnya tak lain untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 yang telah menginfeksi 2,7 juta dan menewaskan 190 ribu orang lebih (data per Jumat 24 pril 2020).
Namun saat ditelusuri, salah satu masjid di Batam tampak masih menggelar salat tarawih.