Selasa, 5 Mei 2026

VIRUS CORONA DI BATAM

Pandemi Covid-19 Ganggu Produksi Citramas Group, Tegaskan Belum Mengarah PHK Skala Besar

Dampak dari wabah virus Corona ini menurutnya kian terasa sejak awal Maret 2020 lalu. Apalagi sejak dilaporkan ada transmisi lokal penyebaran Corona.

Tayang: | Diperbarui:
TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah
HRD Citramas Group, Naradewa mengakui pandemi Covid-19 berdampak pada produksi Citramas Group, meski belum mengarah ke PHK skala besar. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pandemi Covid-19 menjadi momok bagi seluruh sektor industri di Kota Batam, Provinsi Kepri, termasuk perusahaan-perusahaan di bawah naungan Citramas Group sebagai holding company.

Walau belum terjadi gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran, namun dampak dari virus Corona ini diakui oleh manajemen perusahaan tetap mengganggu aktivitas hasil produksi.

"Kami sudah merasakannya sejak jauh hari saat pertama virus Corona ini disorot. Indikatornya tentu di pelabuhan Nongsa. Sudah terlihat perlambatan arus ke luar masuk turis dan barang. Oleh sebab itu, kami takut jika PSBB diterapkan," ungkap HRD Citramas Group, Naradewa kepada TribunBatam.id, Kamis (30/4/2020).

Dampak dari wabah virus Corona ini menurutnya kian terasa sejak awal Maret 2020 lalu. Apalagi sejak dilaporkan adanya transmisi lokal penyebaran Covid-19 di Kota Batam. Mereka begitu waspada dengan ancaman penyebaran virus ini.

Saat itu, Naradewa berkelakar, tamu di beberapa resort milik Citramas Group sepi pengunjung.

"Kalau dari 10 jari ini, lebih banyak jari. Bisa dihitung pokoknya jumlah tamu itu," keluhnya.

Sebagai salah satu perusahaan besar di Batam, Citramas Group pun telah mewajibkan karyawannya untuk mengikuti SOP resmi selama bekerja di tengah pandemi Covid-19, seperti menggunakan masker dan prosedur kesehatan lainnya.

Menurutnya, SOP ini berkaitan erat dengan seluruh aktivitas yang masih berjalan. "Hasil produksi harus diserahkan dan pekerjaan harus selesai. Jadi kami tidak ingin, satu orang tertular. Bisa tutup semua pabrik di sini," katanya lagi.

Untuk setiap karyawan, Naradewa mengatakan, jika manajemen memberikan beberapa kebijaksanaan di beberapa sektor paling terdampak.

"Jadi, kami persilahkan mengambil cuti. Atau, jam kerja bisa diatur untuk penyesuaian. Namun, tetap ada konsekuensi dengan gaji hanya dibayar setengah," katanya.

Arti Kedutan di Wajah Menurut Pandangan Medis, Jangan Anggap Sepele, Terutama bagi Kaum Hawa

Tim Gugus Tugas Covid-19 Sisir Pasar Kaget di Batam, Beri Imbauan Sekaligus Masker Gratis ke Warga

 

Wakil Wali kota Batam, Amsakar Achmad turut menyampaikan rasa optimisnya kepada Citramas Group walau di tengah pandemi ini omset perusahaan ikut terkena imbasnya.

"Hampir semua kena dampak. Bahkan itu pelaku hotel sudah mulai menjerit. Ada juga yang berencana mau PHK sejumlah karyawannya," ucap Amsakar.

Tapi ia tak ingin berlarut. Amsakar yakin, pemerintah dapat menyelesaikan permasalahan pandemi ini di bukan Juni 2020 mendatang. (TribunBatam.id/Ichwannurfadillah)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved