Kamis, 14 Mei 2026

POLEMIK SEMBAKO MURAH DI TANJUNGPINANG

Hampir Dua Jam Anggota Unit Tipikor Polres Tanjungpinang di Kantor Disperindagin, Sebut Cek Data

Kedatangan dua perseonel Polres Tanjungpinang itu terkait dugaan mark up harga sejumlah komponen paket sembako murah yang dilaksanakan dinas tersebut.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Endra Kaputra
Kanit Tipikor Polres Tanjungpinang, Ipda Jeriko ditemui di depan kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian Tanjungpinang, Selasa (5/5/2020). 

TRIBUNBATAM.id,TANJUNGPINANG - Hampir dua jam anggota Unit Tipikor Polres Tanjungpinang berada di Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri.

Kedatangan dua perseonel Polres Tanjungpinang itu terkait dugaan mark up harga sejumlah komponen paket sembako murah yang dilaksanakan dinas tersebut.

Setelah keluar dari ruang Kabid Stabilisasi Harga Abdullah, Kanit Tipikor Polres Tanjungpinang, Ipda Jeriko mengatakan, pihaknya hanya melakukan pengecekan data.

"Kami datang atas pemberitaan dugaan mark up harga. Kami cek beberapa berkas," katanya, Selasa (5/5/2020).

Ia tidak bisa memberikan komentar banyak atas kedatangannya ke kantor tersebut.

Pihaknya akan melaporkan hal ini terlebih dahulu kepada pimpinan.

"Ada berkas juga yang kami inginkan belum lengkap. Jadi kami lapor pimpinan dulu ya, " ujarnya sembari meninggalkan kantor tersebut.

Unit Tipikor Polres Tanjungpinang mendatangi kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang, Selasa (5/5/2020).

Hal itu terkait dugaan mark up harga sejumlah komponen bahan pokok pada kegiatan paket sembako murah yang dilaksanakan Senin (4/5/2020) kemarin.

Pantauan TribunBatam.id, dua petugas kepolisian berpakaian bebas masuk kedalam ruangan Kabid Stabilisasi Harga, Abdullah.

Sampai berita ini ditulis, dua petugas kepolisian masih berada di dalam ruangan kepala bidang tersebut.

Selain itu, terlihat pula dua petugas Satpol PP wanita berjaga di depan pintu masuk kantor.

Jadi Perhatian Kejari

Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang menyelidiki kegiatan sembako murah yang diselenggarakan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang.

Penyidik mengecek harga sejumlah komponen dalam paket sembako murah yang diduga jauh dibandingkan dengan harga pasar.

Penyidik Kejari Tanjungpinang juga menemukan bukti hasil pengecekan di Pasar Raya Mahligai di jalan Ir. Sutami.

Cara Ajarkan Sopan Santun Pada Anak Sejak Usia Dini, Orangtua Harus Jadi Contoh yang Baik

VIDEO - Aksi Sosial Saat PSBB, Warga Bagikan Sembako Gratis di Pagar Rumah

"Sudah kami cek sendiri, ternyata memang item untuk paket sembako murah kegiatan Pemko Tanjungpinang itu kemahalan," Kata Kasi Intelijen Rizky Rahmatullah, Selasa (5/5/2020).

Pengecekan itu pun diperlihatkan dalam struk belanja sesuai item-item paket sembako murah tersebut.

"Ini sudah ada struk harganya, sesuai dengan item dan merk barangnya. Dari sini terlihat, harga yang dibeli Pemko Tanjungpinang memang kemahalan," ucapnya.

Untuk itu, penyidik Kejari Tanjungpinang sedang mempelajari hal tersebut.

"Dari bukti struk harga ini akan kita pelajari lagi, mengapa bisa kemahalan sembako yang dibeli dari pada harga di swalayan," ujarnya.

Sorotan akan paket sembako murah Pemko Tanjungpinang itu, sebelumnya mendapat perhatian dari anggota DPRD Tanjungpinang, Reni.

Ia menilai harga sembako yang dibeli Pemko Tanjungpinang senilai Rp 123 ribu tidak masuk akal.

"Katanya kan Pemko beli sembako per paket itu Rp 123 ribu, disubsidi Rp 63 ribu, dan masyarakat beli jadinya hanya Rp 60 ribu. Itu saya rasa kemahalan," ujarnya, Senin (4/5) malam.

Kejanggalan itu saat Reni mengecek kembali merek sembako yang dijual ke swalayan di Tanjungpinang.

"Tadi saya cek, harganya gak semahal Pemko beli. Totalnya saya cek hanya Rp 98.800. Jadi ada selisih Rp 24.500 per paket," sebutnya.

Menurutnya, setiap pembelian dalam jumlah yang sangat banyak. Baik penjual sembako pastinya memberikan diskon harga.

"Jadi pertanyaan yang muncul. Beli dimana Pemko, kok bisa mahal kali harganya," ujarnya.

Ia pun menjumlahkan, bila per paket sembako selisih Rp 24.500 tersebut dikalikan dengan jumlah paket sembako murah yang dijual. Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota seharusnya mendapat penghematan sebesar Rp 311.052.000

"Jadi bisa hemat ratusan juta Rupiah kalau Pemko belinya di swalayan saja. Kami minta dinas terkait jelaskan secara rinci soal angka itu. Jangan sampai kecurigaan ini semakin meluas. Jangan ada juga oknum yang melakukan pelanggaran hukum," sebutnya.

Mahasiswa Minta Jadi Atensi Penegak Hukum

Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tanjungpinang-Bintan, Sofyan Ali meminta aparat penegak hukum menyelidiki penganggaran paket sembako murah yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang.

Ia pun mengkahwatirkan adanya dugaan pelanggaran hukum dalam kegiatan yang sangat membantu masyarakat tersebut.

Seperti diketahui, sejumlah warga kecewa dengan kegiatan sembako murah yang diselenggarakan Pemko Tanjungpinang itu.

Mereka kecewa karena jumlah sembako murah yang tersedia sudah habis dibandingkan dengan jumlah warga yang sebelumnya merasa didata.

Universitas Pertahanan Tawarkan Beasiswa S1, Bebas Biaya Pendaftaran dan Kuliah

Ramalan Zodiak Hari Selasa 5 Mei 2020, Cancer Hemat, Libra Dibenci Atasan, Aquarius Ikuti Suara Hati

"Jangan sampai kegiatan yang sangat bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat, malah dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk melakukan tindakan melawan hukum," ujarnya, Senin (4/5/2020).

Dalam paket sembako murah tersebut, terdapat 2 kilogram gula pasir, 2 kilogram tepung terigu merk Tulip, minyak goreng ukuran 1 liter merk Fortune dan satu papan telur isi 30 butir.

Pengecekan Tribunbatam.id di Swalayan Pinang Lestari, Kecamatan Tanjungpinang Timur. Untuk harga minyak goreng kemasan 1 liter merek Fortune Rp 12.500, gula curah per kilogram Rp 13 ribu.

Sementara harga tepung terigu merk Tulip per kilogram Rp 8.400, dan 1 papan telur isi 30 butir Rp 43.500.

Jumlah total harga dari pengecekan swalayan tersebut adalah Rp 98.800.

Sehari sebelum digelar paket sembako murah. Kepala Disdagin Tanjungpinang Ahmad Yani mengatakan, harga sebenarnya per paket sembako tersebut sebesar Rp 123 ribu.

"Kami subsidi Rp63.000, jadi masyarakat hanya bayar Rp 60 ribu saja dan bisa membawa pulang gula pasir 2 Kg, tepung terigu 2 Kg, minyak goreng 1 liter, dan telur 30 butir," tuturnya, Minggu (3/5) kemarin.

Peket sembako murah ini menyediakan sebanyak 12.696 paket.

"Dari total tersebut, sekitar 7.696 paket sembako disebar di 4 Kecamatan dan 18 Kelurahan. Sisanya kita gelar di Kantor juga hari ini," Senin (04/05).

Bila dikatakan Pemko Tanjungpinang membeli per paket sembako senilai Rp 123.000. Artinya selisih harga di Swalayan Pinang Lestari mencapai Rp 24.200 dari total sembako per paket.

Jika selisih harga dikalikan dengan total jumlah paket sembako murah yang dijual. Pemko Tanjungpinang bisa menghemat sebesar Rp 307.243.200.

"Kepada penegak hukum untuk bisa menyelidiki. Harga di Pinang Lestari saja segitu. Kenapa Pemko bisa beli kemahalan. Padahal kalau kita beli sembako dalam jumlah banyak, pasti banyak dapat diskon, kenapa ini malah jadi mahal," ujar Sofyan Ali.(TribunBatam.id/Endrakaputra)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved