Selasa, 14 April 2026

Praktek Kejam Kapal China ke ABK Indonesia, Diminta Minum Air Laut Hingga Sakit

Namun dua hari setelah peristiwa itu, kapal tersebut langsung meninggalkan lokasi sehingga investigasi tak bisa dilanjutkan.

Editor: Eko Setiawan
Screenshot Youtuber Jang Hansol
Video yang dirilis oleh stasiun MBC itu diulas oleh Youtuber Jang Hansol di kanal-nya, Korea Reomit, pada Rabu waktu 

TRIBUNBATAM.id -Kapal Cina memberlakukan ABK asal Indonesia denan semena-mena hingga mereka sakit.

Bahkan mereka tidak mempersoaalkan jika korban meninggal.

jenazahnya akan dibuang begitu saja ke laut luas.

Mengenal Telur Infertil, Begini Cara Membedakannya Jika Salah-salah Membeli

Lebih Banyak Menyerang Pria, Waspadai Gejala Serangan Jantung Diam-diam

Baru-baru ini, publik heboh dengan munculnya tayangan video mayat ABK asal Indonesia yang dibuang dari kapal berbendera China.

Video yang dirilis oleh stasiun MBC itu diulas oleh Youtuber Jang Hansol di kanal-nya, Korea Reomit, pada Rabu waktu setempat (6/5/2020).

Selain mengulas pembuangan mayat ABK Indonesia oleh kapal berbendera China, Hansol juga membongkar praktik kejam lainnya yang dilakukan di atas kapal tersebut.

Hansol mengatakan ada yang bersaksi tempat kerja mereka cukup buruk dan terjadi eksploitasi tenaga kerja.

Dikatakan bahwa rekan kerja yang meninggal itu dilaporkan sudah sakit selama satu bulan.

Disebutkan bahwa korban awalnya kram.

Setelah itu menurut pria yang bersaksi di video, rekannya itu mengalami pembengkakan di bagian kaki, sebelum menjalar ke tubuh dan mengalami sesak.

Dalam tayangan itu, disebutkan bahwa pelaut dari China minum air botolan dari tanah.

Namun kru Indonesia diminta minum air laut.

Seorang pelaut yang bersaksi mengungkapkan, dia merasa pusing karena tidak bisa untuk meminum air laut, dan mengaku ada dahak yang keluar dari tenggorokan.

Dalam tayangan itu, disebutkan bahwa mereka bekerja sehari selama 18 jam, di mana si pelaut menuturkan dia pernah berdiri selama 30 jam.

Kemudian mereka mendapat enam jam untuk makan, di mana pada waktu inilah, saksi mengungkapkan mereka memanfaatkannya untuk duduk.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved