Minggu, 19 April 2026

Simak Kelebihan & Kekurangannya Hidroponik, Teknik Menanam Pakai Media Tanam Air

Hidroponik adalah metode bercocok tanam dengan menggunakan air sebagai medianya. Metode ini telah diteliti sejak abad ke-16.

Editor: Eko Setiawan
hidroponikjogja.com
Ilustrasi tanaman hidroponik. 

TRIBUNBATAM.id - Hidroponik adalah metode bercocok tanam dengan menggunakan air sebagai medianya.

Hidroponik berasal dari Bahasa Yunani. 

Kata hidroponik terbagi menjadi dua yaitu, hidros dan ponos.

Hidros berarti air, sedangkan ponos artinya mengerjakan.

Awalnya, hidroponik berawal dari tulisan Francis Bacon (1627) yang terkenal dengan Sylva Sylvarum yang sudah membahas tentang budidaya tanaman tanah di media selain tanah.

Setelah itu, penelitian dilanjutkan oleh John Woodward (1699).

• Batam Kota Episentrum Baru Covid-19 di Batam, Pasien Corona Terbanyak Mencapai 20 Orang

Ia mendapatkan hasil bahwa tanaman yang ditumbuhkan pada air jernih tidak lebih bagus dari tanaman yang tumbuh di air keruh.

Selanjutnya penelitian itu terus berkembang, dan hasilnya baru terlihat di tahun 1842.

Julius von Sachs dan Wilhelm Knop berhasil menemukan sembilan elemen nutrisi yang dibutuhkan tanaman agar bisa tumbuh subur.

Sehingga di tahun 1859-1865 mualilah dibuat nutrisi yang berisi 9 elemen nutrisi kesuburan tanaman tersebut dalam bentuk larutan.

Puncak dari penelitian tentang metode bercocok tanam modern ini adalah di abad 19.

William Frederick Gericke (1929) dari Universitas California, Berkeley menemukan metode bercocok tanam hidroponik.

Awalnya namanya dikenal dengan aquaculture atau budidaya perairan.

Dari penelitiannya tentang hidroponik, William Frederick Gericke berhasil menumbuhkan tanaman tomat setinggi 25 kaki di halaman belakang rumahnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved