Tracking Pasien 32 Corona, Semua Jamaah Tabligh di Batam Lakukan Rapid Test Covid-19
Semua jamaah tabligh di Batam harus menjalani rapid test menyusul adanya seorang jamaaf tabligh yang positif Corona.
Termasuk para suami yang termasuk jemaah tabligh akbar yang isterinya bekerja di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.
"Banyak orang Pemko yang suaminya bagian dari itu," kata Rudi.
Diakuinya sudah ada fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) sehingga harus dilaksanakan.
"Bapak, Ibu medsos jangan didengarkan. Kalau ragu-ragu korban cukup banyak. Kita harus bisa menghentikannya," kata Rudi
Rapid test
Dinas Kesehatan akan melakukan tracking terkait dengan pasien 32.
Dinkes Batam sudah merujuk pimpinan jamaah tersebut ke Rumah Sakit Galang.
"Kalau nanti hasilnya positif bisa jadi cluster baru yang dinamakan cluster Jamaah Tabligh," tutur Kadinkes Batam Didi Kusmajardi.
Dengan memeriksa semua santri, pengurus masjid, dan seluruh anggota jemaah tablighnya sudah dilakukan rapid test.
Didi mengatakan, saat mereka datang 2 Maret, kita sudah melakukan pemantauan selama 14 hari.
Kemudian dalam pemantauan sehat-sehat saja semuanya.
Waktu itu rapid test belum datang jadi tidak dilakukan rapid test.
"Kebetulan ada 1 orang yang ada sakit penyerta kakinya luka. Dan tinggal di belakang Masjid. Sempat sembuh, eh lama-kelamaan luka lagi kemudian dirujuk ke rumah sakit Embung Fatimah. Nah di situ pada saat di-rapid test hasilnya reakif dan di rontent ada keliatan pneumonia-nya. Besoknya dicek hasilnya positif," papar Didi.
Setelah itu Didi meminta pihak Kapus (Kepala Puskesmas) me-rapid test ulang seluruh anggotanya sebanyak 7 orang.
Hasilnya 4 reaktif 3 non reaktif
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/jamaah-tabligh-corona.jpg)