Selasa, 12 Mei 2026

VIRUS CORONA DI BATAM

105 Warga Ikut Rapid Test dan 19 Orang Dikarantina, Cluster Asal Pasien 34 Batam Belum Terlacak

Sempat kontak dengan banyak orang, hingga kini transmisi atau asal penularan covid-19 pasien kasus 34 Batam masih belum diketahui.

Tayang:
TRIBUNBATAM.ID/ALAMUDIN HAMAPU
Proses evakuasi masyarakat yang berkontak dengan pasien 34 di Batam, pada Rabu (6/5/2020). Petugas kenakan APD lengkap 

Kontaknya kemungkinan terdapat dari pemimpin Jemaah yang di Batam.

Dinkes Batam sudah merujuk pimpinan jamaah tersebut ke Rumah Sakit Galang.

"Kalau nanti hasilnya positif bisa jadi cluster baru yang dinamakan cluster Jamaah Tabligh," tuturnya.

Didi mengakui, sejauh ini pihaknya sedang melakukan sweeping besar-besaran orang-orang yang pernah berhubungan dengan pasien Positif Covid-19 nomor 34.

Dengan memeriksa semua santri, pengurus masjid, dan seluruh anggota jemaah tablighnya sudah dilakukan rapid test.

 Peta Sebaran Corona di Batam, Tren Naik Setelah Melandai, Kecamatan Batam Kota Episentrum Covid-19

Didi mengatakan, saat mereka datang 2 Maret, kita sudah melakukan pemantauan selama 14 hari.

Kemudian dalam pemantauan sehat-sehat saja semuanya.

Waktu itu rapid test belum datang jadi tidak dilakukan rapid test.

"Kebetulan ada 1 orang yang ada sakit penyerta kakinya luka. Dan tinggal di belakang Masjid. Sempat sembuh, eh lama-kelamaan luka lagi kemudian dirujuk ke rumah sakit Embung Fatimah. Nah di situ pada saat di-rapid test hasilnya reakif dan di rontent ada keliatan pneumonia-nya. Besoknya dicek hasilnya positif," papar Didi.

Setelah itu Didi meminta pihak Kapus (Kepala Puskesmas) me-rapid test ulang seluruh anggotanya sebanyak 7 orang.

Hasilnya 4 reaktif 3 non reaktif.

Sehingga ketujuh orang tersebut dirujuk ke Rumah Sakit Galang.

"Dari hasilnya, ternyata makanan diantar oleh ketua rombongannya dan 2 orang temannya. Ketiganya dilakukan rapid test hasilnya juga reaktif, sehingga dikirim ke Galang. Di swab test di Galang, kalau positif dirawat di sana," katanya.

Didi menegaskan, agar tidak ada cluster baru, pihaknya melakukan berbagai upaya.

Seperti melakukan tracing contact, agar menyetop mata rantai penyebaran Covid-19.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved