Limbah Garmen Didaur Ulang Jadi 100 Ribu Masker Kain, Agar Masker Medis Mencukupi

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menginisiasi gerakan 100 ribu masker kain yang dibagikan kepada pelaku pariwisata dan ekono

Courtsey CNA/People Association
Ilustrasi Masker Kain 
TRIBUNBATAM.id, JAKARTA -Kebutuhan Masker ditengah Pandemi Corona ini terus meningkat di Indonesia.
Sejauh ini, Banyak masketr kain yang di Produksi untuk menutupi kebutuhan penggunaan masker.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menginisiasi gerakan 100 ribu masker kain yang dibagikan kepada pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang terpaksa harus bekerja di luar rumah dampak Covid-19.

Masker kain itu diproduksi industri kreatif fesyen memanfaatkan sisa bahan kain dari limbah garmen.

Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf Josua Simanjuntak mengatakan di tahap pertama sebanyak 49.930 masker kain sudah diberikan kepada PHRI DKI Jakarta, MRT Jakarta, dan Transjakarta.

Masker reusable produksi Ghim Li yang dirilis oleh organisasi People's Association Singapura, Rabu (6/5/2020).
Masker reusable produksi Ghim Li yang dirilis oleh organisasi People's Association Singapura, Rabu (6/5/2020). (Courtsey CNA/People Association)

"Gerakan ini berupaya mengedukasi masyarakat yang sehat untuk cukup menggunakan masker yang terbuat dari kain. Sehingga ketersediaan masker medis tercukupi untuk tenaga kesehatan dan pasien yang membutuhkan," kata Josua di Jakarta, Jumat (8/5/2020).

Menurutnya, masker yang terbuat dari kain telah diteliti cukup untuk meminimalisasi kontak langsung dengan debu, virus, dan droplets di luar rumah jika memang tidak dapat melakukan work from home dan harus berinteraksi dengan banyak orang.

"Dan yang terpenting pemanfaatan sisa bahan kain dari produksi garmen untuk mengurangi sampah industri fesyen," jelasnya.

Sebelum memulai program ini, Kemenparekraf membuka Pendaftaran Terbuka untuk memilih UKM yang tepat sebagai produsen masker kain.

Walhasil terpilih 13 pelaku industri kreatif fesyen dengan kriteria yang mengutamakan kebersihan dan protokol kesehatan.

Ia pun memastikan #GerakanMaskerKain akan terus berjalan dengan melibatkan lebih banyak industri fesyen tanah air.

"Kami akan terus membuka kerja sama dengan berbagai pihak untuk bisa bersama-sama menggerakkan ekonomi kreatif melalui gerakan ini," kata Josua.

Dalam program ini, Kemenparekraf menggandeng MNC Peduli yang turut menghimpun dana sebesar Rp 500 juta untuk memproduksi masker kain.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kemenparekraf Manfaatkan Limbah Garmen Didaur Ulang Jadi 100 Ribu Masker Kain

Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved