Protokol Kesehatan Terbang Diperketat, Penumpang Garuda dari Jakarta ke Batam Kosong, Lainnya?
Akibat protokol kesehatan untuk terbang diperketat, jumlah penumpang yang lolos terbang hanya sedikit.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Aktivitas penerbangan komersial di Bandara Hang Nadim Batam mulai berjalan menyusul kebijakan Pemerintah memberi kelonggaran bagi maskapai.
Hal itu berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.
Semenjak berlakunya surat edaran tersebut kedatangan dan keberangkatan di Bandara Hang Nadim Batam masih sangat sepi.
Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam dan Teknologi Informasi BP Batam Suwarso pada Sabtu (9/5/2020) saat dikonfirmasi mengatakan, untuk Sabtu ada lima aktivitas penerbangan di Bandara Hang Nadim.
"Untuk pesawat penumpang ada Garuda tujuan ke Jakarta, Citilink dengan tujuan Jakarta dan Batam tujuan Surabaya, sedangkan untuk pesawat kargo ada 2, yaitu Garuda dan Sriwijaya dan keduanya tujuan Jakarta," sebutnya.
• VIDEO - Petugas Selamatkan Ibu 79 Tahun di China yang Dikubur Hidup-hidup oleh Anaknya
• Bengkong Masuk Zona Merah, Petugas Mendatangi Sejumlah Masjid yang Tetap Gelar Tarawih Berjemaah
Suwarso menyebutkan untuk kedatangan pesawat Garuda dari Jakarta ke Batam kosong, sedangkan keberangkatan diisi 37 orang.
Sedangkan maskapai Citilink dari Jakarta mengangkut 2 orang dan untuk Batam-Jakarta mengangkut 5 orang.
Citilink yang datang dari Surabaya membawa 3 orang sedangkan untuk keberangkatan Batam menuju Surabaya membawa 2 orang.
"Untuk para penumpang baik yang datang dan berangkat kita berlakukan aturan dan protokol kesehatan yang berlaku dan semua berjalan sesuai aturan," tutupnya.
Syarat Boleh Terbang
Memasuki musim mudik puasa dan lebaran, pemerintah mengeluarkan aturan pemberhentian sementara penerbangan pesawat komersial. Hal itu guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Tetapi kemudian pemerintah memberikan kelonggaran untuk maskapai penerbangan untuk dapat melakukan pengangkutan beberapa kriteria seperti kalangan bisnis dan beberapa penumpang dengan ketentuan.
Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam dan Teknologi Informasi BP Batam Suwarso pada Sabtu (9/5/2020) menyampaikan, walaupun pemerintah sudah membuka kembali penerbangan, tetapi ada beberapa kriteria para calon penumpang yang diizinkan melakukan perjalanan.
Penumpang buang boleh melakukan perjalanan atau terbang;
1. Pekerja yang menangani
- Pertahanan keamanan
- Pelayan Kesehatan yang menangani Covid-19 dan Kebutuhan dasar masyarakat
2. Pelajar atau mahasiswa yang belajar di luar negeri
3. Pekerja migran atau WNI yang kembali dari Luar negeri
4. Kerabat erat pasien yang sakit keras/meninggal di daerah lain
5. Pasien yang butuh penanganan darurat
Sedangkan untuk para calon penumpang tersebut ada beberapa kriteria atau persyaratan yang harus dipenuhi;
1. Dapat menunjukkan bukti surat tugas dari instansinya
2. Dapat menunjukkan surat keterangan sehat atau bebas Covid-19 dari Puskesmas/Klinik/Rumah Sakit
3. Surat pernyataan yang ditandatangani diatas materai dari unsur pemerintah seperti kepala desa atau lurah tempat tinggal
4. Dapat menunjukkan surat identitas yang berlaku
5. Melaporkan tujuan rencana perjalanan
6. Jika hendak melakukan perobatan dapat menunjukkan surat rujukan dari RS awal
7. Surat keterangan kematian keluarga yang hendak dikunjungi.
8. Surat keterangan dari perwakilan RI untuk WNI atau pekerja migran yang hendak pulang.
Suwarso juga mengatakan bahwa untuk para penumpang yang akan melakukan perjalanan tetap akan diberlakukan proses pemeriksaan kesehatan sebelum melakukan perjalanan.
"Bagi calon penumpang yang akan berpergian diimbau untuk datanglah lebih dini untuk melakukan proses check-in karena ada proses pengecekan administrasi (3 jam sebelum jadwal berangkat) lalu lengkapi persyaratan administrasi sesuai aturan dan selalu mengecek jadwal penerbangan.
Serta tetap patuhi protokol kesehatan yang berlaku seperti mengenakan masker dan penerapan physical distancing," ujarnya.
Lion Air Terbang
Mulai Minggu (10/5/2020), maskapai Lion Air Group akan kembali beroperasi untuk melayani penerbangan dengan rute domestik.
Keputusan ini diambil dengan mengacu kepada aturan yang berlaku yakni Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Surat itu tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Di dalamnya diatur kebijakan mengenai larangan aktivitas mudik serta Surat Edaran Nomor 31 Tahun 2020 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan tentang Pengaturan Penyelenggaraan Transportasi Udara Selama Masa Dilarang Mudik Idul Fitri 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Hal ini pun diakui oleh Distrik Manager Lion Air Cabang Batam, Zaini Bire.
"Iya. Penerbangannya all route (seluruh rute)," ujarnya kepada TRIBUNBATAM.id via Whatsapp, Kamis (7/5/2020).
Selain itu, Bire memastikan, protokol kesehatan terhadap penumpang juga akan diperketat.
"Ini sesuai dari surat edaran nomor 4 tahun 2020 itu," sambungnya.
Tambahnya, sebelum penerbangan dilakukan, seluruh calon penumpang wajib melengkapi dan menunjukkan kelengkapan dokumen perjalanan.
Selain itu juga harus mengikuti protokol pengaman kesehatan diri sebagaimana diberlakukan dalam aturan pemerintah.
Tak hanya itu, diketahui dari rilis resmi manajemen pusat Lion Air Group, pemeriksaan kesehatan terhadap awak pesawat juga akan dilakukan sebelum penerbangan dimulai.
Hal ini diyakini oleh pihak manajemen sebagai upaya preventif dari penyebaran mata rantai Covid-19.
Sebelumnya, maskapai Garuda Indonesia telah terlebih dahulu memutuskan untuk beroperasi di Kota Batam.
Diketahui, operasional maskapai plat merah ini dimulai kemarin sore, Rabu (6/5/2020).
Menggunakan armada GA 1524/GA 1554, maskapai plat merah ini diketahui bertolak dari Jakarta (CGK) menuju Batam (BTH) lalu kembali ke Jakarta (CGK).
"Yang lain belum terbang, khusus Garuda Indonesia," ungkap Direktur BUBU Hang Nadim Batam, Suwarso kemarin.
Suwarso membeberkan, maskapai plat merah ini hanya akan beroperasi pada tnggal 6 Mei 2020, 14 Mei 2020, 20 Mei 2020, dan 28 Mei 2020.
Wajib Lampirkan Surat Keterangan Dokter
Pemerintah beberapa waktu lalu mengeluarkan aturan pembatasan Penerbangan komersial hingga mulai 24 April hingga 1 Juni 2020.
Hal itu berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19.
Tetapi setelah mengeluarkan surat keputusan tersebut, kini pemerintah melonggarkan aturan tersebut, di mana untuk penerbangan dan transportasi lain diperbolehkan untuk urusan bisnis.
Direktur Badan Usaha Bandar Udara dan Teknologi Informasi dan Komunikasi BP Batam Suwarso, Kamis (7/5/2020) mengatakan, pada penerbangan tersebut penumpang yang ikut khusus untuk keperluan bisnis.
"Jadi calon penumpang harus ada surat bebas Covid-19 dari kantor Kesehatan Pelabuhan," ujarnya
Penerbangan pesawat untuk bisnis tersebut dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan di dalam pesawat.
"Dalam pesawat juga menerapkan pembatasan sosial dengan pengaturan jarak tempat duduk. Sehingga sekali terbang maksimal cuma bawa 50 persen dari daya tampung seharusnya," ujar Suwarso.
Penerbangan yang diizinkan saat ini hanyalah maskapai milik pemerintah yaitu Garuda Indonesia yang akan beroprasi pada 6 Mei 2020, 14 Mei 2020, 20 Mei 2020, dan 28 Mei 2020.
"Penerbangan ini hanya diizinkan untuk keperluan bisnis dan pemulangan WNA," ujarnya
Berikut ini deretan fakta penerbangan perdana usai penutupan penerbangan komersial yang semula baru akan dibuka 1 Juni 2020:
Bawa 100 Penumpang
Sebanyak 100 penumpang pesawat Garuda Indonesia berkode penerbangan GA -1554 tujuan Batam-Jakarta, diberangkatkan Rabu (6/5/2020).
Sebelum pesawat take off, para penumpang terlihat sibuk check-in tiket di loket nomor 27 dan 29.
Penumpang Wajib Cek Kesehatan
Namun sebelum check-in tiket, penumpang diawali pemeriksaan suhu badan dari Dinas Kesehatan, Karantina Kota Batam.
Selain itu, penumpang juga harus bisa menunjukkan surat sehat dokter resmi yang dikeluarkan kepada petugas Hang Nadim.
Petugas Health Quarantine Ricky mengatakan, para penumpang ini ada sebagian bekerja di perusahaan.
Dibuktikan dengan menunjukkan surat keterangan kerja dari tempat dimana para pekerja bekerja.
"Untuk Warga Negara Asing (WNA) ini, ada yang kembali ke negaranya karena beberapa minggu tertahan di Batam, dan juga yang habis masa kerja," kata Ricky.
Harga Tiket Mulai Rp 1,6 Juta
Dalam penerbangan ini, harga tiket Batam-Jakarta yang didapat para penumpang itu cukup fantastis. Mereka harus merogoh kocek berkisar Rp 1,6 juta hingga Rp 3 juta.
Harga ini jika dibandingkan hari-hari sebelumnya jauh lebih mahal.
Sebelumnya harga tiket maskapai Garuda berada pada angka berkisar Rp1,2 juta hingga Rp 2 juta.
"Terpaksa, sangat mendesak dan butuh pak," ujar penumpang WNA yang sudah fasih berbahasa Indonesia.
31 Penumpang Merupakan WNA
Dari 100 penumpang yang diterbangkan ke Jakarta, sebanyak 31 di antaranya Warga Negara Asing (WNA) asal Amerika dan Australia yang merupakan klien atau subkontrak dari PT. Mc Dermott Indonesia, Batam.
Mereka kembali ke negaranya karena habis masa kerjanya.
"Dari pada di Batam habis uang makanya sebagian mereka putuskan balik ke negaranya," kata seorang agen yang mengurus dokumen WNA tersebut.
Bukan untuk Mudik
Maskapai penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam mulai beroperasi bukan untuk penerbangan komersial apalagi untuk mudik.
"Untuk para repatriasi pekerja migran Indonesia dan petugas negara," ungkap Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso kepada TRIBUNBATAM.id
Wajib Lampirkan Surat Keterangan Bebas Corona
Saat akan terbang, para pekerja migran maupun pejabat negara ini menurutnya harus menyertakan surat jalan dari masing-masing instansi.
"Dan ada surat keterangan bebas Covid-19," tambahnya mengenai persyaratan penumpang yang akan diterbangkan.
Sedangkan untuk penerbangan hari ini, Suwarso menyebut jika penumpang terdiri dari para migran dan pekerja.
"Jadi memang bukan untuk komersial dan tujuan mudik," ujarnya sambil kembali menegaskan tujuan aktivitas maskapai penerbangan kembali beroperasi.
Garuda Indonesia Siapkan 2 Pesawat
Maskapai Garuda Indonesia disebut akan menerbangkan dua armadanya.
Armada pertama, GA 1524/GA 1554 akan bertolak dari Jakarta (CGK) menuju Batam (BTH) lalu kembali ke Jakarta (CGK).
Sementara itu, untuk armada selanjutnya, GA 1771/GA 1594 akan bertolak dari Pekanbaru (PKU) menuju Batam (BTH) lalu kembali terbang ke Jakarta (CGK).
Tersedia Juga 5 Pesawat Cargo
Selain pesawat penumpang, juga akan beroperasi sebanyak 5 pesawat kargo.
"2 pesawat Garuda Indonesia menuju Jakarta, 2 pesawat Citilink ke Jakarta dan Surabaya, serta 1 pesawat Lion Air ke Jakarta," tutup Suwarso.
(tribunbatam.id/Alamudin/Ichwan Nur Fadillah/Leo Halawa)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/04072019suwarso.jpg)