China vs Jepang Memanas di Laut China Timur
Setelah mencaplok pulau-pulau di Laut China Selatan dan melarang nelayan negara lain melaut, China mencari gara-gara pada Jepang di Laut China Timur
TRIBUNBATAM.id, CHINA - Saat dunia fokus pada pandemi Covid-19, China melakukan manuever untuk menguasai wilayah perairan.
Setelah mencaplok pulau-pulau di Laut China Selatan dan melarang nelayan negara lain melaut, kini China mencari gara-gara pada Jepang di Laut China Timur.
Jepang mengatakan pihaknya mengerahkan patroli dan mengeluarkan peringatan kepada sekelompok kapal penjaga pantai China yang terlihat mengejar sebuah kapal nelayan Jepang di perairan Laut China Timur pada hari Jumat.
Pertarungan terjadi sekitar 50 menit kemudian, ketika dua kapal Tiongkok mulai mengejar kapal penangkap ikan Jepang di perairan sekitar 12 km barat daya Uotsuri, salah satu pulau terbesar dalam kepuluan itu.
Setelah agen maritim mengirim kapal patroli ke tempat kejadian dan mengeluarkan peringatan melalui radio, kapal-kapal China meninggalkan daerah itu.
Kapal penangkap ikan tersebut memiliki tiga anggota awak pada saat pengejaran tetapi tidak ada yang terluka.
Seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya dari penjaga pantai Jepang dikutip mengatakan bahwa "kami tidak berpikir bahwa peristiwa berbahaya telah terjadi".
Sebelumnya pada hari Jumat, Penjaga Pantai China mengatakan pada akun media sosial resmi Weibo bahwa armada kapalnya telah "berpatroli di perairan teritorial di sekitar Kepulauan Diaoyu".
Pulau-pulau dan terumbu-terumbu yang tidak berpenghuni namun kaya akan sumber daya alam di Laut China Timur telah menjadi tempat perselisihan teritorial antara China dan Jepang selama beberapa dekade, meskipun hubungan antara kedua raksasa Asia itu terus membaik dalam beberapa tahun terakhir.
Kepulauan Diaoyu/Senkaku terdiri dari lima pulau dan tiga terumbu.
Kepulauan ini dikuasai Jepang dan merupakan bagian dari prefektur Okinawa, tapi diklaim China, dan Taiwan
Pengusaha Jepang Kunioki Kurihara memiliki tiga pulau tetapi menjualnya ke negara Jepang pada September 2012
Pulau-pulau itu juga menjadi fokus dari pertikaian diplomatik besar antara Jepang dan China pada 2010
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe telah mengunjungi Beijing dua kali sejak 2018, sementara para pejabat dari kedua pihak bekerja untuk mengatur kembali kunjungan kenegaraan ke Jepang oleh Presiden China Xi Jinping yang telah direncanakan bulan lalu tetapi harus ditunda karena pandemi virus corona.
Beijing juga telah berupaya untuk menegaskan kedaulatannya di wilayah tersebut dengan memberlakukan larangan memancing musim panas tahunan di Laut China Timur, termasuk di perairan lepas Kepulauan Diaoyu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kapal-china2.jpg)