Sabtu, 16 Mei 2026

TRIBUN WIKI

Mengenal Kleptomania dan Perbedaannya dengan Pengutil, Walaupun Sama-sama Suka Mencuri

Kleptomania adalah gangguan kesehatan mental yang membuat pengidapnya terus-menerus punya keinginan untuk mencuri.

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
Tribun Jatim
Ilustrasi mencuri 

TRIBUNBATAM.id - Mencuri merupakan salah satu bentuk kriminal yang umumnya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan.

Namun, berbeda dengan kleptomania.

Kleptomania adalah gangguan kesehatan mental yang membuat pengidapnya terus-menerus punya keinginan untuk mencuri.

Kleptomania merupakan penyakit yang jarang diidap.

Namun, ketika seseorang menderita gangguan ini, pengidap maupun orang terdekatnya bisa terluka secara emosional.

Sekilas tentang Kleptomania

Kleptomania membuat penderitanya tidak bisa mengontrol diri untuk mencuri atau mengambil barang milik orang lain.

Barang-barang tersebut biasanya tidak bernilai.

Jika bernilai, barang tersebut sebenarnya tidak dibutuhkan.

Melansir Kompas dari Mayo Clinic, kleptomania tersebut gangguan kontrol impuls.

Gangguan ini ditandai dengan masalah pengendalian emosi dan perilaku.

Banyak penderita kleptomania yang hidup dengan merahasiakan masalah kesehatan mentalnya.

Umumnya, mereka khawatir atau takut harus mendapatkan perawatan kesehatan mental.

Mereka juga takut dilaporkan ke pihak berwajib.

Padahal, meskipun kleptomania tidak ada obatnya, namun perawatan kesehatan mental dengan obat-obatan atau psikoterapi dapat memutus siklus keinginan mencuri.

Gejala kleptomania

Melansir Verywell Mind, American Psychiatric Association menyebut penderita kleptomania ingin terus mencuri karena mengalami penumpukan tensi sebelum mengambil barang orang lain.

Untuk melepaskan ketegangan atau tensi tinggi, penderita kleptomania mencuri.

Begitu mencuri, mereka bisa merasa puas, lega, bahkan senang.

Kendati bikin puas dan bisa melepaskan ketegangan, namun para penderita kleptomania umumnya merasa menyesal dan menyalahkan diri sendiri setelah mencuri.

Berikut beberapa gejala kleptomania atau tanda-tanda kleptomania:

- Sulit mengelak keinginan untuk mencuri atau mengambil barang

- Merasa tertantang, gelisah, dan punya gairah besar untuk mencuri

- Merasa senang, puas, dan lega saat mencuri

- Merasa bersalah, menyesal, benci diri sendiri, malu, atau takut tertangkap setelah mencuri

- Ada desakan atau keinginan berulang untuk kembali mencuri

Beda kleptomania dengan pengutil

Walaupun punya keinginan untuk mencuri, ciri-ciri kleptomania berbeda dengan pengutil pada umumnya.

Penderita kleptomania tidak mencuri untuk mencari keuntungan pribadi, balas dendam, atau membenci sesuatu.

Mereka murni mencuri karena ada dorongan kuat dari diri sendiri yang sulit dihindari.

Penderita kleptomania umumnya mencuri secara spontan atau tanpa perencanaan matang.

Mereka juga mencuri secara mandiri, atau tidak dibantu orang lain.

Kebanyakan pelaku kleptomania mencuri di tempat umum, seperti toko atau supermarket.

Tapi, ada juga yang mencuri di tempat teman atau kenalannya.

Terkait barang-barang yang dicuri, penderita kleptomania biasanya mengambil barang yang bisa disimpan dan tidak pernah digunakan.

Barang-barang tersebut terkadang disumbangkan, diberikan kepada kenalan, bahkan ada yang diam-diam dikembalikan ke tempat barang itu dicuri.

Dorongan untuk mencuri tersebut bisa datang dan pergi seiring berjalannya waktu.

Jika Anda tidak bisa berhenti atau terus-menerus ingin mengutil atau mengambil barang orang lain, ada baiknya segera berkonsultasi ke dokter.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa itu Kleptomania?".

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved