Rabu, 3 Juni 2026

BATAM TERKINI

Limbah Minyak Kerap Cemari Laut Batam, Aparat Bakal Ambil Sampel Oli Kapal Labuh Jangkar

Pemko Batam bakal membuat kebijakan baru untuk mencegah pembuangan limbah minyak di perairan Batam yang selama ini kerap terjadi.

Tayang:
TribunBatam.id/Istimewa
Limbah minyak hitam mencemari kawasan pesisir di Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Provinsi Kepri, Jumat (17/4/2020). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Limbah oli dari kapal kerap mencemari sejumlah wilayah di Kepri, termasuk Batam.

Tak hanya mengotori pantai kawasan Nongsa, limbah minyak yang dibuang oknum dari kapal juga mencemari Pulau Air Raja, Galang.

Pencemaran limbah ini mencapai 37,23 meter kubik atau sebanyak 186 drum.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam sudah melaporkan kejadian ini ke Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Selain itu juga sudah menyurati Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk meminta bantuan dana pembersihan limbah.

Wali Kota Batam ex-officio Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi mengakui kegiatan labuh jangkar akan mendapat perhatian dari pemerintah.

Hamil di Luar Nikah hingga Tega Buang Bayinya, Kini OMS Terancam Dipenjara 5 Tahun

Agar tidak ada kegiatan pembuangan oli atau tank clean. 

Ia juga menyampaikan saran agar dibangun kerjasama dengan Singapura.

Agar petugas Syahbandar disana, mengambil sampel oli setiap kapal. 

"Indonesia juga ambil sampel. Jadi kalau ada oli dibuang ke laut, sudah ada sampel sama kita. Setiap ada oli ditemukan di laut, kita sudah tahu itu milik kapal siapa," ujar Rudi, Senin (11/5/2020).

Menurutnya, selama ini penindakan pembuang limbah minyak di laut internasional itu tak bisa ditindak.

Dengan merujuk cara Singapura, ia optimis masalah yang datang saban tahun ini akan selesai.

"Artinya bisa kita tindak. Ini juga upaya pencegahan agar destinasi wisata di Batam tak lagi terganggu kedatangan limbah yang mencemari pantai ini,” kata Rudi.

Diakuinya memang keberadaan limbah minyak kerap mencemari destinasi wisata di Kota Batam. Keberadaan limbah minyak ini menjadi salah satu yang dibahas untuk dilakukan penindakan. 

“Negara tetangga (Singapura) sudah melakukan itu," tutur Rudi. 

Setelah mengambil sampel di setiap kapal yang labuh jangkar.

Kemudian tempat limbah minyak disegel. 

“Kalau ada segel rusak langsung ditindak. Kalau ada limbah oli di laut langsung diuji sampel. Kalau cocok dengan yang sudah didata langsung ditindak,” ujarnya. (Tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved