China Mati-matian Pertahankan Laut China Selatan, Ternyata Simpan Harta yang Menggiurkan
China ngotot mengklaim kawasan itu adalah miliknya, hingga mengirim pasukan militer untuk menjaga kawasan tersebut
Bentangan samudera itu ternyata merupakan rumah bagi lebih dari 200 titik tanah yang berpotensi kaya akan energi.
Pekan lalu, Le Thi Thu Hang, juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam mengatakan, "Vietnam menuntut agar Tiongkok tidak memperumit masalah di Laut China Selatan."
Namun, pihak China mengatakan larangan itu sesuai dengan hukum internasional.
Dia mengatakan, hal itu dilakukan untuk membantu melindungi dari stok ikan dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan di Laut China Selatan.
China mendesak Hanoi, untuk mendorong nelayannya tidak melanggar hak China dengan mengeluarkan larangan itu.
Sementara tindakan China tersebut juga dikecam oleh Amerika, yang dituduh mengambil keuntungan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.
Bahkan angkatan laut Amerika telah dikirim ke Laut China Selatan dengan mengerahkan dua kapal, untuk berpatroli di Laut China Selatan.
Semetara Laut China Selatan juga diklaim sebagai milik Malaysia, mereka mengklaimnya sebagai kawasan maritim dengan sumber daya yang berharga.
Kapal tempur USS Montgomery milik AS, dikirim untuk melakukan operasi di lautan tersebut.
Langkah itu diambil, setelah laporan mengatakan, China berulang kali mengganggu kapal komersil yang melintas di kawasan tersebut.
Para ahli percaya lautan itu sangat diperebutkan, karena menyimpan cadangan gas dan minyak yang sangat besar.
China sendiri menuduh Amerika melakukan tindakan agresif dalam intervensi ini.
(*)
Artikel ini sudah tayang di Intisari dengan judul China Mati-matian Pertahankan Laut China Selatan Gunakan Pasukan Militer, Rupanya Ada Harta yang Saat Menggiurkan Diinginkan Banyak Negara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pangkalan-militer-laut-china-selatan.jpg)