Rabu, 13 Mei 2026

VIRUS CORONA DI CHINA

China Bekukan Impor Daging dari Australia, Akibat Minta Asal Usul Covid-19 Diselidiki?

China dilaporkan bekukan impor daging dari Australia. Hal ini terjadi setelah duta besarnya mengancam akan boikot jika terus mendesak penyelidikan.

Tayang:
SAJIAN SEDAP
Ilustrasi daging. 

TRIBUNBATAM.id, BEIJING - Australia merupakan salah satu negara yang ikut menyerukan penyelidikan asal usul virus Corona atau Covid-19 di China.

Menanggapi hal ini, China sebelumnya sudah memperingatkan Australia untuk tidak mendesaknya.

Bahkan China mengancam bakal melakukan boikot Australia jika ini masih terjadi.

Terbaru, China dilaporkan membekukan impor daging dari empat perusahaan penyedia utama Australia pada Selasa (12/5/2020).

Langkah itu terjadi beberapa pekan setelah duta besarnya mengancam bakal melakukan boikot karena Canberra menyerukan agar asal usul virus Corona diselidiki.

Analis menerangkan, keputusan ini bisa berakibat kerenggangan antara Australia dengan mitra perdagangan paling penting mereka.

Dunia Sibuk Lawan Corona dari Wuhan, China Malah Pamer Kapal Perusak Canggih

Ketegangan itu bisa berdampak ke lini lain, di tengah perjuangan Negeri "Kanguru" mengangkat ekonominya di tengah pandemi.

Menteri Perdagangan Simon Birmingham berujar, dia menerima informasi bahwa pengiriman daging dari empat perusahaan ditangguhkan.

Sebabnya adalah "pelanggaran teknis minor", berkaitan dengan persyaratan sertifikat pelabelan dari otoritas kesehatan China.

"Kami mengkhawatirkan jika penangguhan ini terjadi karena isu teknis cukup besar, yang dalam beberapa kasus terjadi selama setahun," ucapnya.

Birmingham mengatakan, dia akan segera berkoordinasi dengan pelaku industri dua negara dan mencari solusi agar kegiatan perdagangan bisa berjalan normal.

Empat perusahaan jagal hewan itu menyumbang 35 persen ekspor daging Australia ke Negeri "Panda", dilaporkan AFP Selasa (12/5/2020).

Berdasarkan laporan ABC, perdagangan untuk produk hewani itu bernilai sekitar 1,1 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 16,3 triliun.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, menyatakan bahwa penangguhan itu terjadi karena adanya pelanggaran dan persyaratan inspeksi dan karantina.

Namun, Zhao kemudian mengecam permintaan Canberra agar asal usul virus Corona diselidiki, menyebutnya "ucapan dan perbuatan yang salah".

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved