HIKMAH RAMADHAN
Ramadhan Dalam Pembinaan Kepribadian
Ada tiga unsur yang melengkapi diri kita sehingga kita dapat hidup sebagai pribadi. Ketiga unsure itu menentukan hidup dan kehidupan kita lebih lanjut
“Berpuasalah kamu agar kamu sehat” (al-hadits).
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Hadits ini memotivasi kita untuk selalu tegar dan bersemangat untuk melaksanakan ibadah Ramadhan.
Banyak Hukama mengupas kalimat singkat yang diucapkan oleh Rasul Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ini dalam berbagai prosfek dan dimensi pandang.
Bukan saja meliputi makna bahasa (tersurat) tapi juga diungkapkan secara makna falsah (tersirat) dari maknawiyah lugawi itu.
Ada tiga unsur yang melengkapi diri kita sehingga kita dapat hidup sebagai pribadi.
Ketiga unsure itu menentukan hidup dan kehidupan kita lebih lanjut.
Ketiganya adalah hati (kalbu), otak (akal) dan jasmani.
Otak mampu menciptakan konsep-konsep atau keinginan-keinginan atau mencapai sesuatu.
Otak juga dapat menciptakan hal-hal yang baru sama sekali, seperti produk-produk IPTEK (barang-barang elektronik canggih bahkan bom/nuklir sekalipun).
Sedangkan hati menyaring apa yang patut atau tidak patut dikerjakan.
Kalau hati seseorang baik (bersih) tentu dapat memberi arah apa yang seyogyanya otak ciptakan.
Tetapi kalau hatinya tidak bersih (hitam), maka dapat saja otak tersebut bekerja semaunya, menciptakan apa saja yang tidak dikehendakinya, tidak peduli apakah baik atau tidak, apakah akan membinasakan atau menyelamatkan umat manusia.
Jelas orang yang seperti ini berbahaya, karena dapat ia lakukan hal-hal seperti yang dikemukakan di atas tadi.
Yang penting keinginannya tercapai.
Sementara peran jasmani adalah melaksanakan apa yang telah dikehendaki oleh otak dan hati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/24042020effendy-asmawi-alhajj.jpg)