2 Kakak Kandung Pembunuh Adiknya Sendiri Terancam Hukuman Mati, Begini Penjelasan Polisi
Dua kakak beradik Rahman bin Darwis (30) dan Anto bin Darwin Darwis (20) terancam hukuman mati karena membunuh adik mereka, RO (16).
TRIBUNBATAM.id, BANTAENG- Dua orang pria membunuh adik kandungnya sendiri karena dianggap sebagai aib keluarga.
Saat ini, kedua kakak kandung tersebut sudah diatangkap polisi.
Mereka juga terancam Hukuman mati.
• Arti Mimpi Melihat Beruang, Melihat Beruang Hitam Pertanda Buruk, Jika Mimpi Melihat Beruang Putih?
• Pasien Corona di Batam Bertambah 1, Tertular dari Keponakannya, Total Sudah 50 Kasus Covid-19
• Arti Kedutan di Mata Kanan Bawah, Benarkah Pertanda akan Alami Kesedihan?
Dua kakak beradik Rahman bin Darwis (30) dan Anto bin Darwin Darwis (20) terancam hukuman mati karena membunuh adik mereka, RO (16).
Diberitakan sebelumnya, Rahman dan Darwin membunuh RO karena 'siri' malu karena korban berhubungan intim dengan sepupunya.
Sosiolog berpendapat kasus pembunuhan tersebut bukanlah murni untuk menegakkan adat melainkan ada motif lain. Simak selengkapnya:
1. Dua kakak kandung korban terancam hukuman mati
Rahman dan Anto tega membunuh RO dengan menggorok lehernya terancam hukuman mati.
Ancaman tersebut diungkapkan, Kapolres Bantaeng AKBP Wawan Sumantri kepada wartawan, Kamis (14/5/2020).
“Pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara sampai yang tertinggi hukuman mati,” ujar Wawan.
Wawan menjelaskan, pasal yang disangkakan kepada kedua tersangka yakni Pasal 80 Ayat (3), Pasal 76c UU RI No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 340 Juncto Pasal 338 KUHP Juncto Pasal 55, 56 KUHP.
“Yang menentukan nanti adalah hasil persidangan, apakah akan ditetapkan pasal tentang perlindungan anak berarti hanya 15 tahun. Tapi jika di pengadilan menetapkan pidana pembunuhan berencana maka ditetapkan hukuman mati,” tuturnya.
2. Bukan Murni Penegakan Adat
Pembunuhan terhadap seorang gadis remaja yang diawali dengan kesurupan massal dan penyanderaan di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan menggemparkan warga.
Pembunuhan berdalih adat siri itu mendapat respon yang berbeda dari pandangan sosiologi.
Di mata sosiolog, kasus pembunuhan tersebut bukanlah murni untuk menegakkan adat melainkan ada motif lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/10-12-2019-ilustrasi-pembunuhan.jpg)