SELEB TERKINI
Reaksi Choky Sitohang Ada Publik Figur Percaya Teori Konspirasi Corona: Jangan Bingungkan Orang Lain
Choky mengatakan sah-sah saja ada orang yang percaya terhadap adanya teori konspirasi Covid-19.
TRIBUNBATAM.id, JAKARTA- Beberapa publik figur percaya adanya teori konspirasi di balik keberadaan virus Corona.
Aktor sekaligus pembawa acara televisi, Choky Sitohang pun memberikan pandangannya perihal tersebut.
Hal itu ia sampaikan saat diundang oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Sabtu (16/5/2020).
Choky mengatakan sah-sah saja ada orang yang percaya terhadap adanya teori konspirasi Covid-19.
Namun, Choky tetap memberikan catatan penting dalam perkembangan teori konspirasi ini.
• Malu Karena Hasil Rapid Test Virus Corona Istri Tersebar Luas, Suami Hajar Petugas Medis
• Mini Zoo Kijang Terpaksa Ditutup Sementara Ditengah Pandemi Virus Corona

Ia menilai yang lebih penting dari teori konspirasi adalah fakta yang telah terjadi.
"Paling penting apa yang ada di depan mata. Jadi hasilnya sudah ada menelan korban jiwa, penyebaran virus sudah kita baca literasinya, itu fakta dan itu data."
"Kita tidak perlu membingungkan diri kita dan mengajak orang lain untuk bingung terhadap teori yang dasarnya belum tentu bisa dibuktikan," tegas Choky.
Pria kelahiran 10 Juli 1982 ini meyakini siapapun yang percaya terhadap adanya teori konspirasi Covid-19 tidak lepas dari ancaman virus.
"Virus ini tidak mengenal pasukan khusus, siapapun bisa kena," kata Choky.
• VIDEO - Bikin Heboh Warga, Wanita Muda Tiduran di Jalan Pasar Minggu
• Kronologi Sopir Truk Bantu Korban PHK Pulang Kampung, Berawal Curhat di FB hingga Menyamar
Kata Olivia Zalianty
Sementara itu, Olivia Zalianty memiliki pandangan berbeda perihal adanya publik figur yang percaya akan adanya teori konspirasi Covid-19.
Olivia memandang hal di atas sebagai bentuk keberagaman dari bangsa Indonesia.
"Indonesia besar dan kaya akan perbedaannya, tentu saja kita perlu menghargai setiap perbedaan pendapat karena kita memiliki latar belakang yang berbeda," ucapnya.
Menurutnya, tidak terlalu penting menganggap Covid-19 sebagai bagian dari teori konspirasi atau bahkan informasi hoaks.