Breaking News:

Viral Video Mayat Melambaikan Tangan dari Dalam Peti saat Dimakamkan, Kejadiannya di Manado?

Dalam video viral tersebut tampak sosok mayat =melambaikan tangan saat dimakamkan

Editor: Aminudin
IST
Potongan video yang menunjukkan mayat melambaikan tangan dari dalam peti mati saat dimakamkan. Peristiwa ini diduga terjadi di Manado, Sulawesi Utara, pada Selasa (5/5/2020).(YouTube RAFAEL OFFICIAL) 

TRIBUNBATAM.id, MANADO - Baru ini Viral sebuah video di sosial media yang mengejutkan warganet yang menontonnya.

Bagaimana tidak, dalam video tersebut menunjukkan mayat terlihat melambaikan tangan saat dimakamkan.

Dari kabar yang beredar, disebut video viral itu terjadi di Manado, Sulawesi Utara.

Kejadian mayat melambaikan tangan ini bermula ketika seorang imam membacakan doa saat pemakaman.

Seseorang kemudian merekam peti mati berwarna putih yang berisi jenazah itu dimasukkan ke liang lahad.

Lalu saat kamera memperbesar fokus ke kaca bening di peti mati itu, terlihat ada tangan dan jari yang bergerak seperti gerakan melambai.

"Rekaman mengejutkan ini terjadi di Manado, Sulawesi Utara, Indonesia, pada 5 Mei," tulis Mirror di pemberitaannya.

Selama pemakaman imam terdengar berkata, "Tuhan telah berfirman dalam kitab Yohanes. Aku adalah kebangkitan dan kehidupan. Siapa pun yang percaya kepadaKu, ia akan hidup meskipun sudah mati," demikian yang diwartakan sesama media Inggris, Daily Mail.

Beberapa detik setelah kalimat itu diucapkan, terlihat tangan yang melambai dari dalam peti. 

Video itu memicu perdebatan, apakah benar gerakan itu dari dalam peti atau hanya efek kamera.

Seorang warganet berkomentar, "Ya, dia melambaikan tangan, mungkin dia masih hidup dan mencoba keluar."

Namun ada pula yang menganggap bahwan "mungkin itu tikus", sebagaimana yang ditulis Toink Khan.

Di samping klaim-klaim itu, ada pula teori bahwa kemungkinan mayat itu bergerak karena faktor dekomposisi (pembusukan).

Dikabarkan tahun lalu ada penelitian yang mengungkapkan, mayat-mayat "terlihat bergerak" saat membusuk.

Penelitian itu dilakukan oleh Australian Facility for Taphonomic Experimental Research (AFTER).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved