Komunitas Kawan Lama Beri Bantuan Sembako ke Panti Asuhan dan Panti Jompo di Tengah Pandemi Corona
Ia menjelaskan sebelumnya, komunitas Kalam juga sudah memberikan bantuan paket sembako dalam rangka bantuan pandemi Corona melalui Pemko Batam.
TRIBUNBATAM.id, BATAM- Komunitas sosial Kawan Lama (Kalam) berbagi sembako kepada anak-anak panti asuhan Filadelfia Gracia di Bengkong dan orangtua penghuni Panti Jompo Yayasan True Love di Punggur, Sabtu (18/5/2020).
Wakil bendahara Kalam, Johnson Sibuea mengatakan bantuan sosial tersebut diberikan dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak corona.
"Seperti namanya, Kalam ini memang komunitas orang-orang lama di Batam. Bisa dikatakan orang yang ikut membantu pembangunan Batam. Kami sudah dua tahun berdiri, sebenarnya sudah mau dikukuhkan para pengurus, namun karena pandemi kami tunda dulu. Saat ini Ketua terpilih ada pak Hermanto M Noor ," tuturnya.
Ia juga menegaskan jika Kalam terdiri dari lintas suku dan agama serta fokus bergerak di bidang sosial saja.
Ia menjelaskan sebelumnya, komunitas Kalam juga sudah memberikan bantuan paket sembako dalam rangka bantuan pandemi Corona melalui Pemko Batam.
"Tahap pertama bantuan sembakonya sudah kami salurkan lewat pemerintah kota. Secara simbolis sudah kami berikan kepada pak wali kota beberapa hari lalu. Ini adalah kelanjutannya," tuturnya.
Ia menjelaskan pandemi virus Corona berdampak hampir pada seluruh warga Batam.
• Lawan Corona, Komunitas Cahaya Hemofilia dan Relawan Bantu Suplemen untuk Tenaga Medis RSBP Batam
• Waspada Potensi Gelombang Kedua Covid-19 di Batam, Kadinkes: Masih Terhubung dengan Kasus Sebelumnya
Pihaknya juga berharap bantuan yang diberikan dapat menjadi berkat kepada yang menerima.
"Sebenarnya kita sama-sama merasakan kesulitan karena pandemi ini. Namun kami sadar ada yang lebih membutuhkan," ucapnya.
Sementara itu, pimpinan dan pendiri Yayasan True Love, Intan Lia yang menerima bantuan tersebut mengatakan sangat berterima kasih kepada Kalam.
"Puji Tuhan kalau ada yang mau meringankan beban kami True Love. Kami hanya bisa berdoa Tuhanlah yang akan memberkati Kalam," tutur Lia Intan.
Lia menjelaskan saat ini panti jompo yang dikelolanya memiliki total 17 orangtua yang tinggal di panti.
Serta sekitar 60 an orang jompo lainnya di luar panti yang tetap mendapatkan bantuan dari yayasan.
• Cerita Pria Saat Diperkosa Kekasihnya, Pacarnya Ingin Selalu di Atas, Layani Hingga 5 Jam Sehari
• Harga Daging Beku di Batam Masih Terkendali Jelang Lebaran, Stok Aman hingga 3 Bulan ke Depan
Berdiri dari tahun 2014, yayasan True Love telah mengantongi legalitas sejak 2015.
"17 orang di sini dan 3 orang masih di tempat lama. Kami bukan cuma melayani yang ada di dalam tapi jompo di luar juga. Mereka ini yang dirawat sendiri oleh keluarganya namun kami support sebagian kebutuhannya," tutur Lia Intan.
Lia menjelaskan ada tiga kalangan jompo yang menjadi perhatian yayasan True Love.
Tiga kalangan tersebut yakni jompo tidak mampu, jompo terlantar atau yang masih memiliki keluarga namun terbatas buat diperhatikan karena keluarganya bekerja.
Dan terakhir jompo yang butuh perhatian khusus.(*)