Breaking News:

Tontowi Ahmad Ungkap Alasan Kenapa Putuskan Gantung Raket

Tontowi Ahmad secara resmi mengirimkan surat pengunduran diri dari pelatnas kepada Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI),

badmintonindonesia.org
Pasangan ganda campuran Indonesia, Lilyana Natsir dan Tantowi Ahmad menjuarai Malaysia Super Series 2016, Minggu (10/4/2016) 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Tontowi Ahmad akhirnya memutuskan untuk berhenti dari dunia yang membesarkan namanya, bulu tangkis.

Tontowi  Ahmad secara resmi mengirimkan surat pengunduran diri dari pelatnas kepada Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Senin (18/5/2020).

LIKE DAN FOLLOW AKUN______@INSTAGRAM TRIBUN BATAM:

Kabar seputar rencana pensiun Tontowi Ahmad sudah merebak sejak awal tahun.

Namun, pandemi yang terjadi karena virus corona membuat beberapa rencananya berubah.

Ada beberapa hal yang memicu keputusan mundur Tontowi. Dia mengaku sudah tidak memiliki motivasi sebesar dulu dan merasa sudah cukup secara prestasi.

"Saya juga ingin lebih dekat dengan keluarga. Saat masih aktif jadi atlet, saya lebih banyak menghabiskan waktu dengan berlatih dan bertanding. Anak saya mulai komplain, karena memang susah sekali mereka bertemu dengan saya," kata Tontowi dalam siaran pers yang diterima BolaSport.com.

"Status saya di pelatnas sebagai pemain magang juga menjadi alasan. Saya sudah tidak muda lagi, dan sudah waktunya saya keluar dari pelatnas. Saya sudah mendapatkan medali emas Olimpiade, yang merupakan prestasi tertinggi untuk semua atlet," ujar ayah dua anak.

Tontowi meraih medali emas Olimpiade Rio 2016 bersama Liliyana Natsir.

Pada partai final, mereka mengalahkan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, dalam pertandingan dua gim langsung (21-14, 21-12).

"Itu merupakan puncak prestasi saya. Pengorbanan yang saya lakukan untuk mendapatkan gelar itu juga besar. Untuk mendapatkan medali emas itu, saya melakukan persiapan terberat dari semua turnamen yang pernah saya ikuti," kata pria kelahiran 18 Juli 1987 tersebut.

Halaman
12
Editor: Aminudin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved