Jumat, 17 April 2026

TRIBUN WIKI

ASAL Usul dan Filosofi Ketupat, Hidangan Khas saat Hari Raya Idul Fitri/Lebaran

Saat Hari Raya Idul Fitri, ketupat selalu dihidangkan sebagai santapan. Makanan ini berbahan dasar beras yang dibungkus anyaman janur (daun kelapa).

iStockphoto/Novian Fazli
Tips membuat ketupat 

TRIBUNBATAM.id - Saat Hari Raya Idul Fitri, ketupat selalu dihidangkan sebagai santapan.

Ketupat merupakan makanan yang berbahan dasar beras yang dibungkus janur (daun kelapa) dan dianyam sedemikian rupa.

Kemudian, bahan utama ketupat yakni beras akan dimasukkan ke dalam anyaman janur dan dimasak hingga matang.

Ketika hari raya Lebaran, ketupat akan disajikan bersama opor ayam atau bisa juga rendang.

Asal usul

Banyak sejarah yang menceritakan tentang asal-usul kemunculan ketupat, salah satunya adalah yang mengatakan bahwa ketupat berasal dari masa hidup Sunan Kalijaga ketika masa syiar di abad 15 hingga 16.

Menurut H.J. de Graaf dalam Malay Annual, ketupat merupakan simbol perayaan hari raya Lebaran pada masa pemerintahan Demak yang dipimpin Raden Patah awal abad ke-15.

Biryani Awadh hingga Iran, Simak Asal Usul Nasi Briyani, Lengkap dengan Resep dan Cara Masaknya

Ilustrasi Hidangan Lebaran
Ilustrasi Hidangan Lebaran (IST/Tribun Jogja)

Ketika Sunan Kalijaga melakukan syiar di tanah Jawa, dirinya melakukan pendekatan budaya dengan menggunakan ketupat yang sudah ada di masyarakat sebelumnya.

Ketupat dijadikan sebagai budaya sekaligus filosofi Jawa yang dibaurkan dengan nilai-nilai keislaman. 

Sedangkan Fadly, seorang sejarawan kuliner, mengatakan jika ketupat bisa juga berasal dari zaman Hindu-Budha di mana islam belum masuk ke Nusantara. 

Filosofi

Ketupat yang terbuat dari anyaman janur (daun kelapa yang masih muda) yang rumit memiliki filosofi yang mencerminkan tentang kesalahan manusia.

Janur sendiri dimaknai dengan ‘sejatine nur’ yang berarti keadaan manusia yang kembali bersih setelah beramal selama bulan Ramadhan.

Sedangkan warna putih isian ketupat ketika dibelah mencerminkan kebersihan setelah bermaaf-maafan.

Ketupat atau kupat juga bisa diartikan sebagai ngaku lepat (mengaku salah).

Sebagian masyarakat Jawa juga masih sering menggantungkan ketupat di atas pintu masuk rumah untuk dijadikan sebagai jimat atau penolak bala.

Kandungan Gizi

Dalam satu porsi ketupat (100 gram), terdapat 160 kalori yang terdiri atas 14 % lemak, 78% karohidrat dan 8% protein.  (*)

*Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul 'Ketupat'.

Sumber: TribunnewsWiki
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved