VIRUS CORONA DI RUSIA
Khabib Nurmagomedov Sindir Orang yang Percaya Corona Sebuah Konspirasi: Virus Ini Sangat Berbahaya
"Virus ini sangat serius mengganggu kinerja jantungnya, sejak ia menjalani operasi jantung setahun yang lalu," tutur Khabib dari MMA Fighting
TRIBUNBATAM.id, MOSCOW - Petarung UFC asal Rusia, Khabib Nurmagomedov turut prihatin dengan masih adanya orang yang menyebut virus corona sebagai konspirasi.
Pengalaman Khabib Nurmagomedov di daerah asalnya di Dagestan, membuktikan betapa berbahayanya virus tersebut.
Khabib pun menceritakan bagaimana ia kehilangan orang-oreang terdekat setelah terpapar covid-19.
• UPDATE Data Corona Sumbar Jumat (22/5) Sore, Bertambah 2, Total 438, Sembuh 157, Meninggal 24
• UPDATE Data Corona di Indonesia Jumat (22/5) Sore, Bertambah 634, Total 20.796, Sembuh 5.057
• MotoGP 2021 - Pindah ke Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi: Saya Tak Mau Itu Jadi Musim Terakhir
Melalui unggahan di media sosial, Khabib Nurmagomedov, menyindir pihak penganut teori konspirasi bahwa Covid-19 hanya rekayasa.
Khabib Nurmagomedov telah melihat banyak kejadian tentang betapa menyeramkannya virus corona.
Khabib Nurmagomedov juga melihat banyak anggota keluarga, termasuk ayahnya, Abdulmanap Nurmagomedov, terinfeksi oleh virus corona.
Setelah melihat dampak yang dirasakan, ternyata masih ada beberapa pihak tidak percaya bahwa COVID-19 itu ada.
Perdebatan mengenai keberadaan virus dengan nama lain SARS-CoV-2 itu memang sering dibahas.
Keberadaan virus tersebut telah mengakibatkan beberapa negara memberlakukan kebijakan lockdown atau penguncian wilayah.
Selain itu, berbagai negara juga mengalami krisis ekonomi akibat adanya virus corona.
Kini, perdebatan mengenai keberadan corona muncul di laman komentar akun Instagram Nurmagomedov.
Petarung berjuluk The Eagle itu lalu menyerang kepada pihak yang mengklaim corona hanya tipuan.
"Di desa saya, lebih dari 500 orang jatuh sakit pneumonia sekaligus. 11 orang meninggal dan lusinan orang di rumah sakit dari desa saya," tutur Nurmagomedov dilansir BolaSport.com dari Essentially Sports.
"Di desa tetangga, 14 orang meninggal pada malam hari dan tidak ada cukup waktu untuk mengubur mereka."
"Maaf, saya tidak sepintar Anda," katanya menutup komentar.