ADVERTORIAL

Penerimaan Pajak DJP Kanwil Kepri April 2020 Tembus Rp2,334 T, 'Terima Kasih Wajib Pajak Kepri'

Dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu, penerimaan pajak mengalami pertumbuhan positif sebesar 16,08 persen.

TribunBatam.id/Rebekha Ashari Diana Putri
Kepala DJP Kanwil Kepri, Slamet Sutantyo. Hingga April 2020, penerimaan negara yang diperoleh dari pajak Provinsi Kepulauan Riau sebesar Rp 2,334 Triliun atau 29,37 persen dari target yang telah ditetapkan. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Wilayah (Kanwil) Kepri mengumpulkan penerimaan pajak sebesar Rp 6,392 Triliun pada 2019.

Ini artinya sudah 92,9 persen dari target yang telah ditetapkan dengan pertumbuhan 12,1 persen.

Pada tahun 2020, DJP Kanwil Kepri diberi amanah untuk dapat mengumpulkan Rp 7,946 Triliun. Hingga April 2020, penerimaan negara yang diperoleh dari pajak Provinsi Kepri sebesar Rp 2,334 Triliun atau 29,37 persen dari target yang telah ditetapkan.

Apabila dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu, penerimaan pajak mengalami pertumbuhan positif sebesar 16,08 persen.

"DJP Kanwil Kepri mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh wajib pajak Kepulauan Riau atas kontribusinya di tahun 2019," ucap Kepala DJP Kanwil Kepri, Slamet Sutantyo.

Ia mengungkapkan, terdapat 5 jenis atau sektor usaha yang memberikan kontribusi tinggi dalam penerimaan pajak di Provinsi Kepri hingga April 2020.

Kelima sektor tersebut adalah transportasi dan pergudangan, industri pengolahan, konstruksi, perdagangan besar dan eceran, serta sektor jasa keuangan dan asuransi.

"Kelima sektor tersebut memiliki kontribusi sebesar 77,26 persen terhadap penerimaan pajak di Provinsi Kepri," ucapnya.

Pandemi Covid-19 menurutnya memberi dampak terhadap penerimaan pajak, yaitu pergeseran komposisi jenis pajak yang berkontribusi pada penerimaan pajak.

PPH non migas mulai mengalami pertumbuhan negatif.

Penyidik Ditreskrimsus Periksa 3 Saksi, Ungkap Kasus Limbah Diduga B3 di Pulau Galang Batam

Harga Daging Sapi Segar Turun Rp 40 Ribu Per Kg di Pasar Tiban Centre Batam Jelang Idul Fitri

Terdapat 5 insentif yang diberikan dalam PMK-44/PMK.03/2020. Yaitu PPh Pasal 21 ditanggung oleh pemerintah, PPh UMKM Ditanggung Pemerintah, Pembebasan PPh Pasal 22, Pengurangan PPh Pasal 25 sebesar 30 persen, dan Pengembalian pendahuluan PPN.

Di Provinsi Kepulauan Riau, sampai dengan minggu ke-2 Bulan Mei, terdapat pengajuan stimulus PMK-44/PMK.03/2020 sebanyak 10.538 Wajib Pajak dengan 9.572 diterima dan 966 ditolak.

"Kami telah menyetujui 90,8% pengajuan permohonan insentif pajak di Kepulauan Riau. Sebagian besar yang mengajukan adalah Wajib Pajak yang membayar PPh Final sesuai PP23 dan disusul dengan pemanfaatan insentif pajak PPh Pasal 21 (27%), dan sisanya untuk pemanfaatan insentif pajak lainnya," ujarnya.

Slamet Sutantyo mengatakan, pajak adalah sumber utama penerimaan negara dan merupakan bentuk partisipasi kita bersama-sama membantu pemerintah, khususnya dalam penanggulangan penyebaran virus Corona dan membantu sesama.

"Beri dukungan terbaik dengan tidak menunda kewajiban membayar dan melaporkan pajak karena pajak yang dibayarkan sangat diperlukan untuk menyediakan fasilitas kesehatan yang saat ini diperlukan dalam penanganan dan pencegahan virus Corona. Mari kita tunjukkan kepedulian bagi Indonesia," tutupnya.(adv/TribunBatam.id/Rebekha Ashari Diana Putri)

Penulis: Rebekha Ashari Diana Putri
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved