VIRUS CORONA DI CHINA
Singgung Soal Penyelidikan Asal Usul Covid-19, China Sebut Punya Dua Syarat Untuk Terbuka
Beberapa negara mendesak China untuk mengungkap penyelidikan terkait asal usul wabah Covid-19. Ini dua persyaratan yang disebutkan oleh Menlu China.
TRIBUNBATAM.id, BEIJING - China menjadi sorotan dunia sebagai negara pertama yang melaporkan kasus virus Corona atau Covid-19.
Beberapa negara juga mendesak China untuk mengungkap penyelidikan terkait asal usul wabah ini.
Penyelidikan tersebut kembali disinggung oleh China melalui Menteri Luar Negeri Wang Yi.
Ia menyatakan akan terbuka dalam penyelidikan asal Covid-19, tapi dengan dua syarat.
Wang Yi pada Minggu (24/5/2020) mengatakan, China mengizinkan kerja sama internasional untuk penyelidikan sumber virus Corona asalkan dipimpin Badan Kesehatan Dunia ( WHO).
Selain itu, Menlu yang menjabat sejak Maret 2013 ini juga menekankan penyelidikan harus "bebas dari campur tangan politik."
• Tolak UU Keamanan Buatan China, Ribuan Warga Hong Kong Demo Teriakkan Revolusi
Dilansir dari AFP, Wang Yi mengecam apa yang disebutnya upaya politisi AS untuk "mengarang rumor" tentang asal virus Corona dan "menstigmatisasi China."
Beberapa pekan terakhir, Amerika Serikat bersama Australia telah menyerukan penyelidikan sumber pandemi Covid-19.
Baik Presiden Donald Trump maupun Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menuduh China kurang transparan dalam masalah ini.
Mereka juga berulang kali mengapungkan teori bahwa virus ini adalah hasil kebocoran laboratoriun dengan keamanan tingkat tinggi di Negeri "Tirai Bambu".
Akan tetapi sebagian besar ilmuwan percaya virus ini menular dari hewan ke manusia, dan kemungkinan kasus pertama terjadi di pasar Wuhan yang menjual daging hewan liar.
"China terbuka untuk bekerja dengan komunitas ilmiah internasional guna mencari sumber virus," ucap Wang pada konferensi pers di sela-sela sesi parlemen tahunan China.
"Pada saat yang sama, kami percaya bahwa ini harus profesional, adil, dan konstruktif."
"Keadilan berarti proses untuk bebas dari campur tangan politik, menghormati kedaulatan semua negara, dan menentang anggapan bersalah," lanjutnya dikutip dari AFP.
Wang mengatakan, penyelidikan "profesional" ini harus "dipimpin oleh WHO", dan "memungkinkan para ilmuwan serta ahli medis melakukan penelitian ilmiah pada skala global."