Breaking News:

VIRUS CORONA DI BATAM

Jelang Penerapan New Normal, Rudi Ajak Warga Batam Patuhi Protokol Kesehatan

Dari awal Pemko Batam tidak menerapkan PSBB. Hal itu dikarenakan tidak adanya anggaran yang mencukupi untuk menerapkan kebijakan itu.

TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi
Rapat di Panggung Utama Dataran Engku Puteri Batam Center membahas persiapan kelonggaran aktivitas di Kota Batam, Rabu (27/5/2020). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pemerintah Kota (Pemko) Batam meminta seluruh warga untuk mematuhi protokol kesehatan.

Dalam rapat bersama dengan berbagai stakeholder seperti tokoh agama, industri, mall, tempat hiburan, dan lainnya di Panggung Utama Dataran Engku Puteri, Rabu (27/5/2020), Wali kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, seluruh masyarakat wajib melakukan protokol kesehatan, khususnya sejak Rabu (28/5/2020) hingga Minggu (14/6/2020).

Karena tanggal 15 Juni 2020 Batam akan membuka semua aktivitas keramaian di Kota Batam.

"Protokol kesehatan tetap berjalan. Besok kita semua harus mengedukasi kepada orang lain terkait protokol kesehatan. Kita minta kepada yang hadir seperti multi marketing agar kita selamat sampai 15 Juni ini nanti. Kalau berharap sama pemerintah sanggup karena tenaga terbatas. Tak cukup. Saya minta bantuan provinsi," papar Rudi, Rabu, (28/5/2020).

Ia mengaku, dari awal Pemko Batam tidak menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal itu dikarenakan tidak adanya anggaran yang mencukupi untuk menerapkan PSBB di Kota Batam.

Sejatinya kalau diberlakukan semua kepentingan rakyat akan ditanggung oleh Pemko Batam.

"Kami bagikan sembako sampai beberapa tahap ini hanya untuk yang membutuhkan dan yang terdampak Covid-19. Walaupun sebenarnya di lapangan juga ada yang tidak tepat sasaran. Tapi menurut KPK, kalau bantuan diberikan ada orangnya tak masalah tapi kalau orangnya fiktif itu yang jadi masalah," kata Rudi.

Dalam rapat yang dihadiri oleh Plt Gubernur Kepri, Isdianto ini, Rudi sengaja mengundang secara keseluruhan beberapa stakeholder dalam rapat bersama ini.

Ini bertujuan agar informasi yang disampaikan tidak berulang kali. Ia menyampaikan bahwa mulai

Hingga Rabu (27/5/2020) jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Batam sudah mencapai 109 orang. Hari ini saja ada penambahan ada 13 orang.

Meski demikian, Rudi mengimbau masyarakat Kota Batam tak perlu khawatir walaupun jumlahnya bertambah setiap hari.

BP Batam Assesses Clean Water Management Systems, Look for New Alternative Sources

Rawan Kecelakaan, Ada Genangan Air di Jalan Berlubang Akses Marina Sekupang Batam

"Kenapa banyak karena kami yang mencari orang sakit. Bukan orang sakit yang cari kami. Jadi bapak ibu sekalian tak perlu khawatir. Untuk menyelesaikan masalah ini kita paling benar bapak ibu. Karena kita yang menyisir. Jakarta aja tak ada. Makanya kalau nambah positif tak usah khawatir. Kita selesaikan bersama dengan menyisir," katanya.

Pihaknya juga menginstruksikan kepada tim gugu tugas untuk menyisir ke sejumlah tempat.

Mulai dari tempat kerumunan yang akan dijaga oleh tim gugus tugas. ASN akan diberi tugas untuk mengawasi tempat-tempat keramaian.
Jika tak mematuhi akan ditindak dan ditutup.

" Covid-19 boleh berteman dengan kita, tapi bukan dia yang mengatur kita. Tapi kita yang ngatur dia," tegas Rudi.

Ia berharap 15 Juni 2020 seluruh aktivitas sudah berjalan seperti biasanya. Dan dalam rapat ini, harus disepakati bersama.

"Batam tidak PSBB. Kita punya kebijakan sendiri untuk membuka dan menutup. Sudah hampir 3 bulan kita tak begerak pastinya jenuh. Covid-19 bisa sembuh karena daya tahan tubuh kita kuat. Protokol kesehatan tetap kita lakukan," katanya.

Seusai rapat ini akan dibuat pernyataan sehingga bisa menjadi acuan dasar New Normal.(TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved