TRIBUN PODCAST

Cara Cerdas Mengatur Keuangan Keluarga saat Pandemi, Simak Tips dari Lenny Terek, Ketua PPLIPI Kepri

Ketua DPW PPLIPI Kepri, Lenny Terek membagikan tips cara mengatur keuangan saat pandemo Corona

Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/REBEKHA
Podcast Tribun, Jumat (29/5/2020) bersama Lenny Terek, Ketua DPW PPLIPI Kepri 
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tribun Podcast (Tripid) episode kali ini membahas bagaimana cara mengatur keuangan saat pandemi, bersama bintang tamu spesial yaitu Lenny Terek SE, CI, MNLP, CFC selaku ibu rumah tangga, pengusaha, Ketua DPW PPLIPI Kepri serta brain stimulation coach.
Tentunya dipandu oleh 2 host yaitu Danang Purwoko dan Angga Prayoga.
Di tengah pandemi seperti saat ini, tentunya banyak keluarga yang terdampak secara finansial. Oleh karena itu, mengelola keuangan merupakan hal yang wajib pada dewasa ini. 
Karena jika tidak bisa mengelola keuangan keluarga tentunya akan menimbulkan masalah.
Di masa-masa sulit akibat hantaman virus corona yang menyerang sektor perekonomian manusia, saat ini yang dibutuhkan adalah bagaimana cara untuk bertahan hidup atau survive.
"Sekarang tidak tentang cerdas atau tidak, tapi bagaimana kita survive. Karena situasi saat ini tidak menentu. Seluruh lapisan pasti terdampak," ujar Lenny.
Menurut Lenny, kehadiran pandemi seharusnya dapat menyadarkan seluruh manusia bahwa perencanaan keuangan merupakan hal sangat penting.
"Saat pandemi ini kita harus survive dengan penghasilan yang kita punya. Namun tidak semua orang mendapatkan penghasilan full. Ada yang dirumahkan," ujarnya.
Lenny menyebutkan bahwa sebelum melakukan perencanaan keuangan diperlukan kegiatan mengevaluasi serta membenah penghasilan yang didapat oleh masing-masing orang.
"Perlu diperhatikan, apakah penghasilan saat ini bisa membuat kita bertahan? Setelah pandemi berakhir kita juga harus menyiapkan masa-masa recovery.

Apakah kondisi finansial kita aman minimal dalam jangka waktu 3 bulan ke depan? Inilah tugas kita untuk mengevaluasi serta membenah poin-poin ini," ujarnya.
Tak hanya mengevaluasi penghasilan, selama pandemi diperlukan juga untuk mengevaluasi apakah pekerjaan yang dimiliki aman saat pandemi atau tidak.
"Jika pekerjaan kita tidak aman dan beresiko saat pandemi, kita perlu cari income baru, peluang baru yang bisa menolong kita untuk survive," ujarnya.
Lenny menambahkan bahwa dalam berumahtangga diperlukan adanya komitmen yang sejalan dengan pasangan.
"Kita dengan pasangan harus sejalan, bahkan anak juga bisa diajak diskusi untuk membahas tentang penghasilan dan pengeluaran saat ini," ujarnya.
"Pengeluaran harus direncanakan. Yang terpenting adalah fokus pada pengeluaran yang wajib seperti pembayaran listrik air, pinjaman, dan juga biaya kebutuhan sehari-hari yaitu makan," jelasnya.
Lenny menganggap dengan situasi yang mengharuskan manusia untuk berkegiatan di rumah, justru berpotensi meningkatkan pola konsumsi. 
"Banyak terjadi, semakin berada di rumah tagihan air dan listrik semakin membengkak. Untuk itu kita perlu bijak dalam mengendalikan diri kita," ujarnya.
Tak hanya itu, dalam situasi survive seperti saat ini mengajarkan betapa pentingnya menabung.
"Tabungan itu ada yang short term, mid term dan juga long term. Gaji seberapapun tidak akan cukup, jika tidak mengatur gaya hidup," ujarnya.
Dalam mengelola keuangan keluarga, hindarilah prinsip keinginan lebih tinggi daripada kebutuhan.
"Catat pengeluaran. Buatlah skala prioritas. Mana yang benar-benar dibutuhkan. Maka akan terlihat selama ini kita sudah menghabiskan uang untuk hal yang sebenarnya tidak benar-benar kita butuhkan," ujarnya.
Dengan adanya penurunan income saat ini, manusia harus menyesuaikan diri dengan keadaan.
"Siapkan dana darurat, identifikasi pengeluaran. Jadi saat penghasilan menurun, yang dikeluarkan adalah dana darurat. Seperti aset logam mulia emas bisa dijual. Atau barang apapun yang dapat dicairkan untuk kebutuhan hidup," ujarnya.
Perencanaan keuangan dikatakan oleh Lenny merupakan proses pencatatan. Dengan mencatat manusia dapat memilah mana yang selama ini tidak penting, mana yang sebenarnya yang paling penting. 
"Sekiranya kebutuhan yang paling penting atau prioritas kita dapat menyisihkan income kita paling besar untuk itu. Seperti misalnya pendidikan, ataupun transportasi," ujarnya.
Pengendalian dari diri sendiri serta komitmen adalah kunci di masa-masa survive seperti saat ini.
"Banyak bersyukur dengan adanya pandemi ini. Selama ini banyak hal yang kita habiskan sia-sia. Kita direset dari titik 0.

Dimana virus ini mengajarkan kita arti kesederhanaan. Karena kita tidak tahu kapan pandemi ini akan selesai, kita ditutup harus mempersiapkan," tutupnya.
(TRIBUNBATAM.id/Rebekha Ashari Diana Putri)
Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved