Sabtu, 30 Mei 2026

VIRUS CORONA DI INGGRIS

Wabah Covid-19 Merebak, Bisnis Kuliner Indonesia di Inggris Makin Marak

Walau korban Covid-19 di Inggris bertambah, justru bisnis kuliner Indonesia semakin marak. Berikut kesaksian para warga negara Indonesia di Inggris.

Tayang:
Instagram/simpangasia
Ilustrasi rendang Indonesia. 

TRIBUNBATAM.id, LONDON - Di tengah wabah virus Corona atau Covid-19 yang menerpa Inggris, usaha bidang kuliner menjadi semakin menjamur.

Terutama para bisnis kuliner yang dilakukan secara daring oleh warga Indonesia di Inggris.

Walau korban Covid-19 di Inggris terus bertambah, lain halnya bisnis kuliner Indonesia yang semakin marak.

"Peminat makanan Indonesia cukup banyak. Mereka pesan makanan secara daring," kata Ina Sukatma kepada ANTARA London, Kamis (28/5/2020).

Ina punya bisnis kuliner dengan membuka warung makanan Dapur Teh Ina, yang sering ikut bazar yang digelar KBRI London atau komunitas Indonesia di Inggris.

Kreativitas warga Indonesia yang berdomisili di Inggris tidak pernah habis-habisnya, maraknya Covid-19 justru mendorong bisnis kuliner online semakin banyak diminati, salah satunya usaha kuliner rumahan seperti Dapur Teh Ina.

Jadwal MotoGP Virtual Seri ke 5 GP Inggris, Duo Marquez & Valentino Rossi Absen, Jorge Lorenzo Main

Dapur Teh Ina terkenal dengan nasi padang serta somay dan ayam bakar.

Di tengah-tengah maraknya corona, Teh Ina pun memperluas usahanya dengan menjual makanan Indonesia secara daring.

Teh Ina pun memanfaatkan laman Facebook untuk promosi kuliner.

Kali ini ia mempromosikan ayam bakakak santan makyus pakai sambel dan lalap.

Selain itu, Teh Ina juga mempromosikan lauk kering.

Ternyata bisnis Teh Ina lancar dan suatu saat ia mengunggah gambar kardus yang sudah siap dikirim berisi makanan pesanan warga Indonesia yang tersebar di Kerajaan Inggris.

"Alhamdulilah, di tengah wabah begini malah lebih banyak peminatnya,” ujar Teh Ina yang biasa menerima pesanan dari KBRI London.

Bakso dan jajanan pasar

Lain lagi dengan bakso bola bola yang cukup terkenal di Inggris yang awalnya dipromosikan pebisnis kuliner Zukni Legowo.

“Biasanya saya jualan kalau ada bazar yang diadakan KBRI London seperti saat perayaan 17 Agustus atau dalam acara halalbihalal usai hari Raya Idul Fitri,” ujar Zukni.

Sayangnya tahun ini dengan merebaknya virus Corona hampir seluruh perwakilan Indonesia di Eropa tidak mengelar acara halalbihalal. Maklum Inggris masih dalam suasana karantina wilayah.

Zukni pun tidak habis akal. Dia pun mempromosikan bakso bola-bola dengan mengunakan laman Facebook.

Selain itu ia juga mendesain kemasan untuk bakso bola-bola dalam bentuk yang menarik. Ia juga mencoba keberuntungan lain dengan menjual rendang padang serta es cendol dan kue putu ayu.

Zukni juga berjualan jajanan pasar. Dagangannya diminati warga Indonesia yang tinggal di Inggris. Mereka merindukan jajan pasar.

"Lebaran di perantauan akan semakin menumbuhkan rasa kangen dengan segala hal yang berbau Indonesia, berbau nostalgia. Kue putu ayu ini bisa menjadi pengobat rindu salah satunya," kata Zukni.

Yunni, pebisnis kuliner yang membuka Warung E-Yuni, menyediakan makanan siap saji juga menjual kue Lebaran seperti lapis surabaya dan pandan cheese cake.

”Kali ini saya bikin cake pandan tabur keju. Dioles whipped cream yang lembut. Sepotong pasti mau lagi dan lagi!" demikian Warung-E Yunni berpromosi melalui internet.

"Karena tanpa adanya promosi barang atau jasa yang kita jual tidak dilirik banyak orang. Maka dari itu diperlukan promosi yang bisa mempengaruhi pembaca, dan tidak hanya itu dengan berpromosi diharapkan bisa di share pembaca,” ujar Yunni.

Nasi padang

Sejak di Inggris menerapkan lockdown, Cafe Faringdon harus tutup.

Kafe yang menyediakan makan siang dengan menu rendang padang ini milik pasangan suami istri dari Padang, Sumatera Barat, Harmein dan Pancanita Kaloko.

Oleh karena itu, mereka pun putar haluan dengan menjual makanan matang secara online khususnya makanan khas Minang seperti rendang, kalio daging, kalio ayam, dendeng balado, sambal goreng ampla, udang balado, dan sambal balado cabe merah dan cabe hijau.

Cafe Faringdon dengan juru masak berasal dari Minang itu mengirimkan makanan dengan kemasan makanannya cukup rapi dan menarik agar makanan terjamin aman.

“Tenyata peminat rendang padang cukup banyak,” ujar Nita panggilan akrab Pancanita ibu dari satu putra yang berangkat dewasa.

Nita pun memanfaatkan laman facebook Indonesia Community in the UK untuk mempromosikan produk kulinernya.

Selain itu juga ada toko Gordon yang menjual bahan makanan yang langsung diimpor dari Indonesia seperti berbagai macam bumbu instan, mi instan dengan berbagai rasa, serta bahan makanan lain yang dipromosikan melalui laman facebooknya Toko Gordon.

Revisi Data Covid-19, Jumlah Kematian di Inggris Naik Hampir 10.000 Kasus

 Jumlah kasus virus Corona atau Covid-19 di Inggris, termasuk ke dalam jajaran yang tertinggi di dunia.

Pada Selasa (26/5/2020) kemarin, Inggris Raya melakukan perubahan data Covid-19.

Dengan turut mencantumkan kematian "yang terkait" virus Corona di Inggris.

Dengan revisi ini, jumlah korban meninggal meningkat jadi 46.000, naik drastis dari angka sebelumnya yakni 36.914.

Sebelumnya, korban meninggal yang dirilis di Inggris Raya hanya mencakup kematian yang telah dikonfirmasi positif virus Corona.

Lalu Kantor Statistik Nasional (ONS) melakukan studi terpisah, dengan menghitung semua kematian baik dengan dugaan Covid-19 atau yang sudah tercantum positif Covid-19 di sertifikat kematian.

Kantor berita AFP mengabarkan, angka sekitar 46.000 itu adalah gabungan di Inggris, Wales, Irlandia Utara, dan Skotlandia.

Ini berarti jumlah kematian yang terkait dengan virus Corona di Inggris Raya semakin banyak, walaupun tren mingguan menunjukkan perlambatan dalam penyebaran virus.

Negara-negara lainnya juga terus memperbarui jumlah kematian warga mereka dari penyakit baru ini.

Spanyol pada Senin (25/5/2020) merevisi jumlah korbannya menjadi 26.834, dengan penurunan 2.000 kematian.

Perubahan ini terjadi karena petugas di Negeri "Matador" beralih ke sistem pengumpulan data baru, yang menemukan bahwa beberapa kematian dihitung dua kali.

Akan tetapi sebagian besar negara yakin bahwa jumlah resmi yang mereka rilis adalah angka yang sebenarnya.

Italia pada awal Mei menemukan ada hampir 11.700 kematian yang tidak terhitung di rumah sakit, panti jompo, dan masyarakat antara tanggal 20 Februari hingga 31 Maret.

Jika jumlah kematian ini ditambahkan ke angka kematian resmi, jumlah korban meninggal Covid-19 di Italia akan sama dengan yang dilaporkan ONS Inggris pada Selasa.

Inggris Raya adalah salah satu negara Eropa yang belum lama menerapkan lockdown virus Corona.

Sebagian besar toko ditutup dan beberapa restoran serta kafe yang terbuka hanya menyediakan layanan pesan antar.

Akan tetapi Perdana Menteri Boris Johnson berniat membuka kembali sekolah untuk anak-anak mulai 1 Juni, setelah melonggarkan aturan tetap di rumah pada Mei.

Bisnis-bisnis non-esensial dipersilakan buka lagi pada 15 Juni, jika penyebaran virus tetap bisa ditahan, kata Johnson.

Dampak Inggris Longgarkan Lockdown, Wisatawan Penuhi Tempat Wisata, Dapat Peringatan Keras

Inggris sebelumnya telah mengumumkan akan melonggarkan lockdown akibat virus Corona atau Covid-19.

Ternyata momen ini menjad pemicu keramaian wisatawan di sejumlah tempat wisata di Inggris.

Bahkan sederet tempat wisata tersebut diketahui mengeluarkan peringatan keras.

Bosan dan jenuh di rumah saja, mungkin juga dialami penduduk Inggris.

Ini terlihat dari adanya pusat keramaian yang muncul di sejumlah spot wisata di Inggris, setelah adanya pelonggaran penguncian virus Corona.

Tentu keramaian yang muncul ini membuat pemerintah daerah di Inggris kewalahan untuk mengatur jarak sosial antar wisatawan.

Mengutip laman The Guardian, Jumat (22/5/2020), melalui akun Twitternya, Pemerintah daerah Derbyshire Dales telah mengeluarkan peringatan kepada wisatawan untuk tidak mengunjungi spot wisata di daerah itu karena penuh sesak pada Sabtu (16/5/2020).

Sebagian besar fasilitas termasuk toilet pun ditutup.

Derbyshire Dales menambahkan, ditutupnya fasilitas toilet mengakibatkan beberapa orang menggunakan jalan untuk buang air kecil.

Selain itu, cuaca yang baik menarik banyak orang ke tempat-tempat favorit mereka setelah pemerintah Inggris mengizinkan perjalanan tanpa batas untuk berolahraga di luar ruangan atau berjemur.

Di Taman Nasional Peak District pada Sabtu pagi,menyerukan agar masyarakat tidak melakukan perjalanan ke tempat itu ketika tempat parkir mulai penuh.

Otoritas taman mengatakan daerah Langsett di tepi utara-timurnya 'sangat sibuk' pada Sabtu pagi, membuat jarak fisik menjadi sulit.

Meski sudah ada anjuran dan peringatan namun wisatawan tetap berbondong-bondong ke sana.

Melalui akun Twitternya, Dewan Royal Greenwich di London juga meminta orang-orang untuk menjauh dari daerah itu agar penduduk dapat berkeliling dengan aman.

Sementara itu, Birmingham Live melaporkan bahwa parkir mobil di taman terbesar di kota itu penuh sesak.

Pasangan, pejalan kaki dengan anjingnya, pengendara sepeda, dan keluarga muda digambarkan menikmati udara segar di taman ketika petugas polisi di mobil bertanda berpatroli di daerah itu.

Di Wales, di mana aturan tinggal di rumah yang lebih ketat tetap berlaku, wisatawan melakukan perjalanan ke tujuan wisata dari Inggris.

Pasukan polisi di seluruh Wales terus berpatroli di pantai, daerah pantai, dan ruang publik lainnya dan juga telah melakukan pemeriksaan terhadap pengendara.

Di Pembrokeshire, petugas lalu lintas Dyfed-Powys menghentikan van putih sewaan dari Bristol.

"Tiga penumpang di dalamnya menyatakan mereka akan pergi ke pantai, ada juga peralatan berkemah di dalam kendaraan," kata pasukan itu.

"Ketiganya melaporkan untuk perjalanan yang tidak penting, kendaraan berbalik," imbuhnya.

Sementara itu, Nissan Navara hitam dihentikan di Llanteg, setelah menempuh jarak 200 mil dari Wokingham di Berkshire.

Polisi mengatakan, “Penumpang tidak dapat menjelaskan alasan mereka bepergian. Kendaraan berbalik sesuai aturan."

Sementara itu, polisi South Wales menangkap seorang pengendara yang diduga tertangkap melaju pada kecepatan 140mph pada M4 di Bridgend dan kemudian positif mengonsumsi ganja.

Jika masyarakat menolak mendengarkan saran, petugas dapat mengeluarkan pemberitahuan denda sebesar 60 poundsterling (Rp 966 ribu) yang akan naik menjadi 120 poundsterling (Rp 1,9 juta) jika mereka sebelumnya telah menerima pemberitahuan denda tetapi tetap melanggar peraturan yang sama.

Di beberapa bagian Inggris, para kepala pariwisata dengan hati-hati membuka pintu untuk para pengunjung di beberapa taman dan pantai nasional lainnya, tetapi memperingatkan bahwa orang-orang mungkin ditolak jika lokasi menjadi terlalu sibuk.

Taman nasional South Downs, di pantai selatan Inggris, mengatakan orang bisa menikmati bukit-bukit dan tebing kapurnya tetapi mereka harus “mengamati ketiga R dengan melakukan pengendalian, tanggung jawab, dan rasa hormat”.

Ini mendesak orang untuk menghindari hotspot populer dan tinggal dua meter dari siapa pun yang tidak berada di rumah yang sama.

(*)

Resmi, Liga Inggris Akan Dimulai 17 Juni 2020, Laga Manchester City vs Arsenal Main di Hari Pertama

Jelang Kompetisi Digulirkan, Premier League Liga Inggris Umumkan 4 Pemain Positif Corona

Revisi Data Covid-19, Jumlah Kematian di Inggris Naik Hampir 10.000 Kasus

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bisnis Kuliner Indonesia di Inggris Makin Marak di Tengah Corona".

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved