Breaking News:

Mahfud MD Angkat Bicara Soal Seminar 'Pemecatan Presiden' di UGM: Ada yang Salah Paham

ahfud MD telah meminta polisimengusut peristiwa yang telah meneror panitia dan narasumber diskusi

Editor: Aminudin
YouTube Indonesia Lawyers Club
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Teror dan ancaman ke mahasiswa dan panitia Constitutional Law Society (CLS) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) jadi sorotan nasional.

Polisi diminta mengusut dalang dibalik teror dan ancaman tersebut. Pasalnya, teror yang dialami mahasiswa dan panitia dinilai meresahkan.

LIKE DAN FOLLOW AKUN______@INSTAGRAM__TRIBUN BATAM:

Sebelumnya, pada Jumat 29 Mei 2020 kemarin mahasiswa dan panitia Constitutional Law Society (CLS) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH berniat menggelar diskusi bertajuk 'Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan'.

Diskusi tersebut gagal terlaksana. Sejumlah panitia diskusi mengaku diteror karena nekat mau melaksanakan diskusik tersebut.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD memastikan, pelaku teror terhadap mahasiswa dan panitia Constitutional Law Society (CLS) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) bukanlah aparat keamanan.

"Setelah ditelusuri, webinar itu bukan dibatalkan oleh UGM atau polisi," tulis Mahfud melalui akun Twitter resminya, @mohmahfudmd, Minggu (31/5/2020).

Menurut dia, pelaku teror adalah pihak yang tidak mengetahui substansi diskusi. Meski demikian, ia tak menyebut siapa pelaku yang dimaksud.

Ia mengemukakan telah meminta aparat kepolisian agar mengusut peristiwa yang telah meneror panitia dan narasumber webinar tersebut.

"Saya sarankan juga agar penyelenggara dan calon narasumber melapor agar ada informasi untuk melacak identitas dan jejak peneror, terutama jejak digitalnya," lanjut Mahfud.

Sebelumnya, teror terjadi terhadap panitia dan calon narasumber dalam diskusi bertajuk "Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan" yang diinisiasi Constitutional Law Society (CLS) atau Komunitas Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM).

Presiden CLS UGM Aditya Halimawan mengatakan, diskusi yang rencananya akan digelar secara daring pada Jumat lalu pukul 14.00 WIB itu dibatalkan karena situasi dan kondisi yang tidak kondusif.

Dalam rilis resminya, CLS FH UGM mengungkap adanya teror kepada penyelenggara acara diskusi berupa pesan WhatsApp dan pengiriman makanan melalui ojek online.

Dekan Fakultas Hukum UGM Prof Sigit Riyanto menyatakan, teror itu termasuk ancaman pembunuhan yang disampaikan orang tak dikenal terhadap panitia dan seluruh anggota keluarganya.

"Tanggal 28 Mei 2020 malam, teror dan ancaman mulai berdatangan kepada nama-nama yang tercantum di dalam poster kegiatan, pembicara, moderator, serta narahubung. Berbagai teror dan ancaman dialami oleh pembicara, moderator, narahubung, serta kemudian kepada ketua komunitas CLS," ucap Sigit Riyanto dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Sigit, bentuk ancaman yang diterima beragam, mulai dari pengiriman pemesanan makanan ojek daring, teks ancaman pembunuhan, telepon, hingga adanya beberapa orang yang mendatangi kediaman mereka.

SUBSCRIBE YOUTUBE CHANEL__TRIBUN BATAM__OFFICIAL:

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menko Polhukam Mahfud MD: Ada yang Salah Paham Soal Diskusi FH UGM"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved