Senin, 13 April 2026

Sri Mulyani Jawab Anggapan Pemerintah Lebih Dahulukan Ekonomi Dibanding Kesehatan

Ia membantah anggapan bahwa pemerintah mendahulukan ekonomi dengan melakukan pelonggaran PSBB

YOUTUBE
Sri Mulyani 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menlai upaya pemerintah menerapkan skenario new normal atau kenormalan baru merupakan langkah tepat.

Sri Mulyani menegaskan, bagi pemerintah, ekonomi dan kesehatan di tengah pandemi Covid-19 sama-sama penting.

Ia membantah anggapan bahwa pemerintah mendahulukan ekonomi dengan melakukan pelonggaran PSBB

 

Menteri Keuangan Sri Mulyani saat rapat paripurna di gedung DPR, Jakarta,  Selasa (12/6/2020),
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat rapat paripurna di gedung DPR, Jakarta, Selasa (12/6/2020), (Tribunnews.com/ Seno Tri Sulistiyono)

Menurut Sri Mulyani, sejak Maret 2020, pemerintah telah mempriooitaskan kesehatan dengan merealokasikan anggaran untuk sarana dan fasilitas kesehatan bagi tenaga medis serta masyarakat langsung.

Langkah-langkah pencegahan secara masif dilakukan dari tingkat pusat sampai level terkecil di desa-desa.

Prioritas di bidang kesehatan, lanjut Sri Mulyani, juga dilakukan dengan penambahan jumlah laboratorium hingga mencapai lebih dari 100 laboratorium untuk rapid test dan Polymerase Chain Reaction (PCR).

Adapun soal pelonggaran PSBB, Sri Mulyani juga memberikan penjelasan. 

Menurut Sri Mulyani, pelonggaran PSBB sudah sesuai dengan ketentuan dari WHO. 

"Pemerintah bukan tanpa dasar dalam melakukan pelonggaran PSBB. Pemerintah mengikuti standar WHO, yaitu jika angka Rt (Reproduksi Efektif) di bawah 1 selama 14 hari, maka dapat dilakukan pelonggaran PSBB.

Berdasarkan zonasi, terdapat sekitar 220 daerah yang masuk zona hijau (daerah yang terkena COVID-19 sangat sedikit, Rt 0, atau tidak ada perkembangan yang mengkhawatirkan) sehingga tidak perlu diatur sebagaimana zona merah," tulisnya. 

Dalam postingannya itu, Sri Mulyani juga menjelaskan soal kondisi ekonomi Indonesia saat ini. 

Dikatakan mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, pemerintah telah melakukan langkah-langkah agar ekonomi Indonesia tidak turun tajam. 

Langkah-langkah itu meliputi pemberian dukungan dari subsidi, pajak, kredit modal kerja, dan pembukaan kegiatan ekonomi secara bertahap dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

Berikut penjelasan lengkap Sri Mulyani sebagaimana dikutip dari laman facebooknya: 

"Manakah yang lebih harus didahulukan, ekonomi atau kesehatan?

Di dalam dialog bersama Tim Redaksi Kompas pada hari Jumat malam 29 Mei 2020, Saya menjelaskan banwa kesehatan dan ekonomi sama pentingnya dan harus berjalan bersama.

Pandangan yang seolah-olah mendahulukan ekonomi sehingga dilakukan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), adalah tidak benar.

Sejak bulan Maret 2020, melalui PSBB Pemerintah melakukan langkah untuk memprioritaskan kesehatan dengan terlebih dahulu merealokasikan anggaran untuk sarana dan fasilitas kesehatan bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, serta masyarakat langsung. Langkah-langkah pencegahan secara masif dilakukan dari tingkat pusat sampai level terkecil di desa-desa.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved