Kamis, 21 Mei 2026

Hingga September 2020, Warga Terima BLT, Sri Mulyani: Jumlah Dipangkas Jadi Rp 300 Ribu

Masa penerimaan bantuan sosial dan bantuan langsung tunai diperpanjang. Namun, nilai yang diterima setiap bulan turun jadi Rp 300.000.

Tayang:
Editor: Thom Limahekin
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
BANSOS - Ketua RT 6 Pademangan Barat, Sukirno (kiri) memberikan langsung paket bantuan sosial (Bansos) kepada warga Pademangan Barat, Jakarta Utara, Rabu (15/4/2020). Bantuan sosial yang berisi sembako dan sejumlah kebutuhan lainnya diterima warga miskin yang terdampak wabah virus corona (Covid-19). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak Kamis (9/4/2020) mulai menyalurkan bantuan sosial kepada 1,2 juta warga yang tercatat sebagai keluarga miskin dan rentan miskin yang bermukim di Jakarta. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA – Warga negara Indonesia yang terdampak Covid-19 masih menikmati bantuan sosial (Bansos) hingga akhir tahun 2020.

Sebelumnya pemerintah memberlakukan masa penyerahan Bansos kepada masyarakat dari Apri hingga Juni 2020 saja.

Namun, dalam perkembangan, pemerintah justru memutuskan untuk melanjutkan waktu penyerahan Bansos itu sampai Desember 2020.

"Jadi untuk (Bansos) Jabodetabek, sekarang akan sampai Desember," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani seusai rapat kabinet terbatas bersama Presiden Jokowi, Rabu (3/6/2020).

"Namun, mulai Juli hingga Desember (nilai) manfaatnya akan turun dari Rp 600.000 menjadi Rp 300.000 per bulan," lanjut dia.

Warga Gelisah Tunggu Bansos Tahap Dua, Bupati: Masih Verifikasi Data

PENERIMA BANTUAN - Tiga warga penerima bantuan memperlihatkan bansos non tunai berupa kartu ATM.
PENERIMA BANTUAN - Tiga warga penerima bantuan memperlihatkan bansos non tunai berupa kartu ATM. (tribunbatam/rachta yahya)

Bansos yang dibagikan di wilayah Jabodetabek berupa Sembako.

Artinya, mulai Juli hingga Desember, warga terdampak Covid-19 di Jabodetabek akan menerima paket sembako senilai Rp 300.000 setiap bulannya.

Perpanjangan juga berlaku bagi warga di luar Jabodetabek yang menerima Bansos dalam bentuk uang tunai.

Nilai uang yang diterima juga akan turun dari Rp 600.000 menjadi Rp 300.000 mulai Juli hingga Desember.

"Akan dilakukan transfer ke nama dan akun mereka sesuai dengan data di Kemensos atau kerja sama dengan pemda," kata Sri Mulyani.

Sementara itu, untuk bantuan langsung tunai dana desa diperpanjang hingga September 2020.

Penerima manfaat hanya akan mendapat bantuan senilai Rp 300.000 dari yang mulanya Rp 600.000 per bulan.

"Sehingga, total anggaran BLT desa akan mencapai Rp 31,8 triliun," ucap Sri Mulyani.

Adapun untuk Bansos tunai non-Jabodetabek totalnya mencapai Rp 32,4 triliun dan Bansos Jabodetabek Rp 6,8 triliun.

Sri Mulyani menyebutkan, penerima Bansos didominasi oleh para petani, peternak dan pekebun yang jumlahnya sebanyak 18,4 juta orang.

Ilustrasi- Warga menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), setiap bulan warga bisa menapat Rp 600 ribu.
ILUSTRASI - Warga menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), setiap bulan warga bisa menapat Rp 600 ribu. (Tribunnews)

Gara-gara BLT, Tetangga Duel hingga Tewas, Keluarga Tak Mau Makamkan sebelum Pelaku Ditangkap

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved