VIRUS CORONA DI KARIMUN

Petugas Temukan Puluhan Lembar Surat Kesehatan Palsu, Dibawa Penumpang dari Selat Panjang ke Karimun

Surat kesehatan palsu dibawa sejumlah penumpang dari Selat Panjang, yang akan masuk ke Karimun

TRIBUNBATAM.ID/ELHADIF PUTRA
Seorang petugas di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun memperlihatkan surat keterangan kesehatan palsu dari Selat Panjang, Jumat (5/6/2020) 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Karimun menemukan surat keterangan kesehatan palsu yang dibawa oleh penumpang.

Jumlahnya sekitar 25 lembar. Surat kesehatan itu dibawa oleh sejumlah penumpang dari Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.

Ditemukannya puluhan lembar surat kesehatan palsu itu berawal dari kecurigaan petugas yang melakukan pemeriksaan identitas dan dokumen penumpang. Ia melihat ada kejanggalan.

Pasalnya, surat kesehatan yang diperlihatkan sejumlah penumpang memiliki nomor yang sama. Diduga surat-surat tersebut diperbanyak dengan cara discan.

"Banyak surat dari Meranti yang kita temukan tidak benar. Surat kesehatan itu diperbanyak tanpa sepengetahuan Dinas Kesehatan Kabupaten Meranti," kata Koordinator Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Karimun di Pelabuhan Tanjungbalai, Muhammad Rahendra, Jumat (5/6/2020) sore.

 Tribun Podcast, Haripinto Mengurai New Normal di Batam dan Survive saat Pandemi

 New Normal Tidak Boleh Diterapkan di Zona Merah, Sedangkan Zona Hijau Terserah Pemda

Rahendra menyebutkan, pihaknya telah menyampaikan temuan itu kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun.

"Dinas Kesehatan Karimun kemudian mengkonfirmasi ke Dinas Kesehatan Kabupaten Meranti. Info yang kita dapat Dinas kesehatan kesahatan di sana melacak peredaran surat-surat itu," papar Rahendra.

Terhadap penumpang yang didapati membawa surat palsu tersebut, petugas mengarahkan mereka untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Tanjungbalai.

Dari informasi yang diperoleh, surat-surat itu diperbanyak oleh calo-calo yang berada di Pelabuhan Selat Panjang. Mereka kemudian menjualnya kepada penumpang kapal feri tujuan Kabupaten Karimun.

Oknum-oknum tersebut memanfaatkan kebijakan Pemerintah Kabupaten Karimun, yang mengharuskan penumpang masuk harus memiliki surat keterangan sehat.

Halaman
1234
Penulis: Elhadif Putra
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved