Breaking News
Kamis, 7 Mei 2026

VIRUS CORONA DI ARAB SAUDI

Ada Lonjakan Baru Kasus Covid-19, Arab Saudi Kembali Terapkan Lockdown di Jeddah Selama 15 Hari

Jam malam akan diberlakukan lagi di Jeddah mulai pukul 15.00 hingga 06.00 keesokan harinya, dan masjid kembali ditutup.

Tayang:
AFP
Ilustrasi- orang-orang di Arab Saudi ditengah wabah virus Corona. 

TRIBUNBATAM.id, JEDDAH - Arab Saudi kembali terapkan lockdown di Jeddah selama 15 hari, dan akan diberlakukan mulai Sabtu (6/6/2020). 

Penetapan kembali lockdown ini sampaikan oleh Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi guna mencegah melonjaknya kasus baru Covid-19 di kota tersebut. 

Dengan demikian, jam malam akan diberlakukan lagi di Jeddah mulai pukul 15.00 hingga 06.00 keesokan harinya, dan masjid kembali ditutup. 

Seperti diketahui, Jeddah merupakan pintu masuk bagi umat muslim untuk menunaikan ibadah haji ke Mekkah. 

"Setelah meninjau situasi epidemiologis dan tingginya tingkat hunian perawatan inetnsif, diputuskan untuk mengambil tindakan pencegahan yang ketat di Kota Jeddah selama dua minggu," demikian keterangan dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi yang dikutip kantor berita AFP. 

Melansir dari Arab News, Sabtu (6/6/2020), seluruh pegawai kementerian, lembaga pemerintah, dan perusahaan swasta tidak diizinkan bekerja di kantor. 

Restoran dan kafe juga ditutup kembali, dan jika akan menghadiri suatu perkumpulan maka hanya diperbolehkan maksimal terdiri dari lima orang saja. 

Namun, untuk penerbangan domestik dan kereta api masih beroperasi dikarenakan orang-orang masih bisa keluar masuk di luar jam malam.

Kemudian, untuk orang-orang yang dikecualikan dari pembatasan sebelumnya juga tetap dibebaskan dari pembatasan sekarang, asalkan dengan selalu mematuhi prosedur yang berlaku. 

Kementerian Kesehatan Arab Saudi menjelaskan, aturan-aturan ketat juga bisa kembali diterapkan di Riyadh seusai dilonggarkan pada akhir Mei, jika terus terjadi peningkatan kasus corona dalam beberapa hari ke depan.

Kemendagri Arab Saudi menambahkan, jumlah pasien kritis virus Corona di Riyadh sedang dipantau dan tindakan yang tepat akan diambil jika jumlah kasus meningkat seperti yang terjadi baru-baru ini.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan mengumumkan 2.591 kasus baru Covid-19 pada Jumat (5/6/2020).

Terdapat 31 kematian baru dan 1.651 pasien sembuh pada hari itu juga. 

Secara keseluruhan, "Negeri Petrodollar" telah mengumumkan hampir 96.000 kasus infeksi Covid-19 dan 642 kematian. Angka-angka itu adalah yang tertinggi di kawasan Teluk.

Akibatnya, Arab Saudi menunda ibadah umrah sepanjang tahun 2020 di Mekkah dan Madinah. Pemerintah juga mendesak umat Islam di seluruh dunia untuk membatalkan ibadah haji 2020, yang sedianya dimulai akhir Juli mendatang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved