Dua Orang Kuat Diduga Lindungi Nurhadi saat Jadi Buron KPK, Apa Benar Sosok Oknum Jenderal?
Kedua oknum jenderal polisi tersebut dikatakan membantu menyembunyikan Nurhadi selama ini.
TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Kabar miring mewarnai aksi penangkapan Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi.
Pria yang merupakan buronan KPK itu diketahui ditangkap di lokasi persembunyiannya yakni sebuah rumah mewah kawasan Simprug.
Beberapa bulan bersembunyi, dikabarkan jika Nurhadi dibantu dua oknum jenderal dalam pelariannya.
Kedua oknum jenderal polisi tersebut dikatakan membantu menyembunyikan Nurhadi selama ini.
Nurhadi adalah pegawai negeri sipil (PNS), yang terlibat perkara pelik hingga kabur dan jadi buronan kelas kakap.
Tak main-main, penyidik KPK Novel Baswedan pun dikatakan memimpin langsung operasi penangkapan Nurhadi.
• Kisah Sukses Novel Baswedan yang Pimpin Langsung Operasi Penangkapan Nurhadi Buronan KPK
• Rumah Persembunyian Nurhadi di Simprug Kerap Disambangi Tamu Bermobil Mewah
Adanya dugaan dua oknum jenderal polisi itu kembali diungkap mantan Pimpinan KPK Bambang Widjojanto alias BW.
Menurut BW, KPK tidak berani selidiki dua oknum jenderal polisi yang disebut-sebut menyembunyikan Nurhadi.
Bahkan, BW meragukan keberanian KPK era Firli Bahuri selidiki soal dugaan jenderal polisi melindungi Nurhadi.
Di pemberitaan di sebuah majalah, saat rumahnya digeledah KPK dalam kasus suap kepada Panitera Sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution pada April 2016, Nurhadi diduga sembunyikan barang-barang di kantor Kepolisian Daerah Metro jaya.
Nurhadi perintahkan ajudannya seorang polisi menghubungi salah satu anggota pengawalan di kediamannya di Jalan Hang Lekir V Nomor 6, Jakarta Selatan, pada 21 April 2016.
• Prediksi Susunan Pemain Leverkusen vs Munchen Pekan 30 Bundesliga, Ambisi Balas Dendam Die Roten
• Gajah di India Diberi Nanas Isi Petasan HIngga Mati Berdiri di Dekat Sungai, Ternyata Sedang Hamil
Masih menurut pemberitaan majalah tersebut, Nurhadi dan ajudannya tengah bertandang ke ruang kerja Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Moechgiyarto.
Nurhadi juga disebut-sebut meminta bantuan kepada seseorang usai rumahnya digeledah.
Ajudan Nurhadi menelepon seseorang yang disebut ajudannya BG.
Tak disebutkan siapa sosok berinisial BG dalam percakapan kedua orang itu.
"Cuma pertanyaan lagi, apa KPK berani menyelidiki itu? Feeling saya sih enggak berani"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/5-6-2020-nurhadi.jpg)