Hari Ini Dalam Sejarah Alex Kawilarang Wafat: Prajurit Perintis Kopassus Ini Pernah Tampar Soeharto
Sang prajurit sangat melegenda di kalangan pasukan elit TNI Kopassus Republik Indonesia
TRIBUNBATAM.id - Dibesarkan di tengah keluarga prajurit, Kolonel Inf (Purn) Alexander Evert Kawilarang mencintai dunia militer hingga akhir hayatnya.
Dilansir dari buku 'Pribumi Jadi Letnan KNIL' pada saat SD, pernah Alex Kawilarang yang masih bocah diperbolehkan ikut serta dalam latihan patroli selama satu hari penuh. Sejak itu, cita-cita Alex Kawilarang menjadi prajjurit sejati terpatri di dada.
Alexander Evert Kawilarang adalah tokoh dibalik pembentukan komando pasukan khusus (Kopassus) TNI, pasukan elit di tubuh angkatan darat.
Hari ini 6 Juni pada tahun 2000, Kolonel Inf (Purn) Alexander Evert Kawilarang meninggal dunia.
Kawilarang meninggal di Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo di Jakarta dan disemayamkan di Ruang Soedirman di Markas Kodam III/Siliwangi.
Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra di Bandung.
Dia merupakan salah satu perintis pasukan berkualifikasi komandi di tubuh Tentara Nasional Indonesia.
Alex Kawilarang lahir di Jakarta 23 Pebruari 1920.
Jabatan terakhir dalam pemerintahan resmi adalah Atase Militer di KBRI Washington (1957).
Setelah tahun itu nama Alex Kawilarang lebih sering dihubung-hubungkan dengan angkatan perang PRRI/Permesta (1959).
Alex Kawilarang dikenal sebagai seorang yang berdarah militer.
Ayahnya seorang perwira KNIL yang pada tahun 1910 sudah mendapat pendidikan sekolah perwira di Jatinegara.
Alex Kawilarang sendiri setelah menyelesaikan sekolah menengahnya di Bandung masuk CORO (Corps Opleiding Reserve Officieren =Korps Pendidikan Perwira Cadangan).
Pada tahun 1941, Alex Kawilarang masuk Koninklijk Militair Academia=Akademi Militer Kerajaan (KMA), yang dipindahkan dari Breda (Belanda) ke Hindia setelah serbuan Jerman atas Belanda (1940).
Karena dinilai sangat cakap, Alex Kawilarang ditunjuk menjadi instruktur pada akademi militer tersebut dan ikut bertempur melawan Jepang, bahkan ia pernah merasakan siksaan sebagai tawanan Jepang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kawilarang_20170919_161207.jpg)