Kamis, 21 Mei 2026

Sosok Orang Kuat Diduga Melindungi Nurhadi saat Buron, Benarkah 2 Oknum Jenderal?

Menurut BW, KPK tak akan berani selidiki dua oknum jenderal polisi pelindung Nurhadi

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi (tengah) memakai baju tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/6/2020). KPK menangkap Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono yang sudah buron selama empat bulan terkait kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp 46 miliar 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Dua oknum jenderal polisi disebut-sebut berperan membantu menyembunyikan buronan KPK, Nurhadi selama ini.

Nurhadi adalah pegawai negeri sipil (PNS), mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) yang kemudian terlibat perkara pelik hingga kabur dan jadi buronan kelas kakap.

Adanya dugaan dua oknum jenderal polisi itu kembali diungkap mantan Pimpinan KPK Bambang Widjojanto alias BW.

Menurut BW, KPK tidak berani selidiki dua oknum jenderal polisi yang disebut-sebut menyemunyikan Nurhadi.

Bahkan, BW meragukan keberanian KPK era Firli Bahuri selidiki soal dugaan jenderal polisi melindungi Nurhadi. 

 

"kan mesti diselidiki," kata BW dalam diskusi daring dengan tema 'Akhir Pelarian Nurhadi: Apa yang Harus KPK Lakukan?', Jumat (5/6/2020).

Di pemberitaan di sebuah majalah, saat rumahnya digeledah KPK dalam kasus suap kepada Panitera Sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution pada April 2016, Nurhadi diduga sembunyikan barang-barang di kantor Kepolisian Daerah Metro jaya.

Nurhadi perintahkan ajudannya seorang polisi menghubungi salah satu anggota pengawalan di kediamannya di Jalan Hang Lekir V Nomor 6, Jakarta Selatan, pada 21 April 2016. 

Masih menurut pemberitaan majalah tersebut, Nurhadi dan ajudannya tengah bertandang ke ruang kerja Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Moechgiyarto.

Setelah panggilan teleponnya dijawab, sang ajudan menyampaikan perintah Nurhadi kepada teman sesama pengawal, yang juga anggota Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian RI.

Nurhadi juga disebut-sebut meminta bantuan kepada seseorang usai rumahnya digeledah.

Ajudan Nurhadi menelepon seseorang yang disebut ajudannya BG.

Tak disebutkan siapa sosok berinisial BG dalam percakapan kedua orang itu.

"Cuma pertanyaan lagi, apa KPK berani menyelidiki itu? Feeling saya sih enggak berani"

"feeling saya enggak berani, jadi lepas saja yang begituan itu," kata BW.

KPK Diminta Ungkap Oknum yang Bantu Nurhadi dan Menantunya Selama Buron

Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Haris Azhar meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dan memproses oknum-oknum yang turut terlibat melarikan Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved