Jumat, 15 Mei 2026

George Floyd Disemayamkan di Peti Mati Emas, Mirip Pemakaman Sheron Sukhedo dan Michael Jackson

George Floyd, pria keturunan Afrika-Amerika yang kematiannya memicu demonstrasi besar, dimakamkan di peti mati berlapis emas.

Tayang:
(AFP PHOTO/POOL/ED CLEMENTE)
Peti emas berisi jenazah George Floyd tiba untuk upacara pemakaman di Gedung Cape Fear, Raeford, North Carolina, Amerika Serikat, pada 6 Juni 2020. Pada 25 Mei, Floyd tewas setelah lehernya ditindih polisi kulit putih bernama Derek Chauvin di Minneapolis. 

Marlon (52) mengatakan pada saat itu, “Ini akan menjadi panggilan tirai terakhir Michael - pertunjukan terakhir. Raganya akan hilang tetapi arwahnya hidup.”

Kiriman bunga dari beberapa penggemar
102.5 Kiss FM
Kiriman bunga dari beberapa penggemar

Jackson dimakamkan di Mausoleum Besar Teras Holly di Taman Memorial Hutan Glendale, lima mil dari Hollywood di Los Angeles Utara, bersama bintang-bintang lain termasuk Humphrey Bogart dan Clark Gable.

Kuburan ditutup untuk umum dan dikelilingi oleh tembok tinggi dan siapa pun yang mengunjungi harus menunjukkan ID.

2. Sheron Sukhedo

Seorang miliarder dikabarkan dikubur bersama perhiasan miliknya senilai Rp 1,3 miliar.

Sheron Sukhedo adalah pria Trinidad Tobago yang dikubur secara mewah.

Jenazah seorang miliarder muda asal Chaguanas, Trinidad and Tobago, Kepulauan Karibia, dikuburkan bersama perhiasan senilai Rp 26 miliar miliknya.

Semasa hidup, pengusaha bernama Sheron Sukhdeo itu memang suka mengenakan banyak perhiasan.

Seperti TribunJogja.com kutip dari Information Nigeria, Sheron ditembak di dalam perjalanan saat berkunjung ke salah satu kerabatnya, di Caroni Savannah Road, Charlieville.

Ia sempat dilarikan ke rumah sakit (RS), tetapi nyawanya tidak tertolong.

Jenazah pria 33 tahun itu kemudian dibawa pulang ke rumahnya dengan ambulans dan dimasukkan ke dalam peti putih berharga sangat mahal.

Tak hanya itu saja, Sheron juga dipakaikan perhiasan senilai Rp 26 miliar, yang biasa ia pakai saat hidup.

Sepatu bot Timberland ditempatkan di peti mati dekat kakinya, sedang piala-piala dari berbagai acara balap yang pernah diikutinya dipamerkan.

Musik keras favorit Sheron juga diperdengarkan di acara duka tersebut.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved