Kamis, 11 Juni 2026

Ditanya Masalah Relasi Anwar Ibrahim, Eks PM Malaysia Mahathir Mohamad: Tanya Sendiri ke Dia

Mahathir Mohamad mendapat beragam pertanyaan terkait dirinya yang dikabarkan bermasalah dengan Anwar Ibrahim. Berikut jawaban tegas eks PM Malaysia.

Tayang:
IST
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad. 

"Jika saya bisa kembali menjabat, atau demikian menurut pendapat orang, saya akan bertugas tapi tak lama karena usia saya 94 tahun. Berapa bulan lagi tersisa?" tanyanya.

Dia berjanji akan kembali melakukan "pembersihan" pemerintahan jika Pakatan bisa mengambil kendali dari Perikatan Nasional, yang dipimpin PM Muhyiddin Yassin.

Mahathir menuturkan, dia melihat pemerintahan Muhyiddin tak ubahnya dengan pendahulunya dari aliansi Barisan Nasional, Najib Razak.

Dia menuding pemerintahan saat ini memilih politisi untuk mengelola perusahaan negara yang berujung pada korupsi, persis seperti Najib.

Politik Malaysia Memanas, Kubu Mahathir Ditangkap Komisi Anti Korupsi, Tuding Muhyiddin Yassin

Politik di Malaysia yang kian memanas telah menjadi sorotan publik beberapa waktu belakangan ini.

Terbaru, Mahathir Mohamad kembali menuding kubu Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin.

Kali ini ia menyebut jika Muhyiddin Yassin telah menyalahgunakan kekuatannya.

Hal ini terkait dimulainya penyelidikan sewenang-wenang terhadap para pendukungnya untuk mendapatkan keunggulan dalam perebutan kekuasaan yang meningkat antara kedua pemimpin politik.

Dilansir dari South China Morning Post, Mahathir mengatakan dugaan pelanggaran itu menghidupkan kembali ingatan akan masa pemerintahan Najib Razak sebelumnya.

Dalam konferensi persnya, mantan pemimpin berusia 94 tahun itu mengatakan pemerintahan Muhyiddin telah menekan para pendukungnya dari Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) dengan secara sewenang-wenang memanggil mereka untuk penyelidikan kasus korupsi.

Partai ini dibagi menjadi dua faksi yang mendukung Mahathir dan Muhyiddin.

Mahathir mengutip penahanan salah satu pendukungnya oleh agen anti-korupsi selama empat hari dan kasus lain di mana seorang wanita ditanyai di ruangan gelap oleh empat pria.

“Kami melihat beberapa departemen pemerintah digunakan untuk menekan kami, pihak oposisi. Kami adalah oposisi sekarang, dan kami menemukan bahwa beberapa departemen pemerintah melakukan hal-hal yang sebenarnya merupakan penyalahgunaan wewenang mereka,” kata Mahathir.

“Ini adalah hal yang sama yang dilakukan Najib sebelumnya. Mereka menyalahgunakan hukum dan mereka menggunakan hukum untuk memberikan tekanan pada orang-orang,” lanjutnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved