Breaking News:

Kasus George Floyd Menjalar ke Eropa, Pendemo di London Robohkan Patung Pedagang Budak

Rekaman video yang tersebar di media sosial menunjukkan massa aksi Black Lives Matter bersorak saat mereka merobohkan patung Colston.

Editor: Rimna Sari Bangun
Tangkapan Layar YouTube Evening Standard
Inilah sosok Edward Colston, seorang pedagang budak yang patungnya dirobohkan saat demo kematian George Floyd di Inggris. 

TRIBUNBATAM.id, LONDON - Massa yang memprotes rasisme di Inggris merobohkan dan menjeburkan ke sungai patung seorang pedagang budak pada abad ke-17, Edward Colston, di Kota Bristol, Minggu (7/5) waktu setempat.

Aksi itu dilakukan di tengah desakan publik yang meminta monumen pedagang budak lainnya di Inggris dirobohkan.

Robohnya patung Colston memicu perdebatan antara warga Inggris. Banyak yang mempertanyakan apakah aksi menjatuhkan patung itu merupakan perbuatan merusak atau momen bersejarah yang dapat menarik perhatian masyarakat terhadap peran Inggris pada era jual beli budak.

Anggota Partai Buruh, Andrew Adonis mengatakan Inggris terlalu lambat merobohkan patung para pedagang budak dan penjahat imperialis lainnya. Sedang Menteri Keuangan Sajid Javid dari Partai Konservatif mengatakan aksi massa itu merupakan perbuatan melawan hukum.

"Saya tumbuh besar di Bristol. Saya benci mengetahui Edward Colston mencari untung dari jual beli budak. Namun, (aksi itu) tidak benar,” Javid lewat pernyataan tertulisnya. "Jika warga Bristol ingin merobohkan sebuah momumen, caranya harus demokratis, bukan dengan aksi merusak yang melawan hukum," tambahnya.

Rekaman video yang tersebar di media sosial menunjukkan massa aksi Black Lives Matter bersorak saat mereka merobohkan patung Colston dan mendorongnya ke sungai saat berunjuk rasa pada akhir pekan.

Warga Inggris di beberapa kota, seperti London, Manchester, Glasgow, dan Edinburgh, turun ke jalan pada Minggu memprotes rasisme dan aksi brutal kepolisian, sebagai imbas gerakn serupa di Amerika Serikat.

Colston, lahir di Bristol pada 1636, merupakan seorang pedagang dan anggota parlemen, yang kekayaannya diperoleh dari penjualan sekitar 80 ribu laki-laki, perempuan, dan anak-anak dari Afrika dan wilayah Karibia, ke Amerika. Banyak dari mereka mati dalam perjalanan.

Ganti nama jalan
Patung Colston, terbuat dari tembaga, didirikan pada 1895. Monumen itu jadi pusat protes masyarakat pada masa lalu dan ada petisi yang mendesak patung itu segera dirobohkan. Petisi tersebut sejauh ini telah ditandatangani lebih dari 11 ribu orang.

"Sebagai warga Bristol, nama Edward Colston dapat ditemukan di banyak tempat. Kota ini melukis wajahnya di tiap tembok bangunan. Ini waktunya untuk berubah," kata seorang aktor asal Inggris, Miltos Yerolemou, lewat unggahannya di Twitter.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved