VIRUS CORONA DI INDONESIA
Data Corona 34 Provinsi Indonesia Jumat (12/6) Pagi, Total 35.295, Sembuh 12.636, Meninggal 2.000
Ada 12.636 pasien Covid-19 yang sudah sembuh, setelah sebelumnya mereka dinyatakan positif virus corona
Sumatera Barat
Terkonfirmasi: 661
Meninggal: 29
Sembuh: 392
Bali
Terkonfirmasi: 659
Meninggal: 5
Sembuh: 424
Sulawesi Utara
Terkonfirmasi: 579
Meninggal: 52
Sembuh: 97
Kalimantan Tengah
Terkonfirmasi: 552
Meninggal: 29
Sembuh: 213
Kalimantan Timur
Terkonfirmasi: 365
Meninggal: 3
Sembuh: 228
Maluku
Terkonfirmasi: 328
Meninggal: 9
Sembuh: 89
Sulawesi Tenggara
Terkonfirmasi: 272
Meninggal: 5
Sembuh: 178
Maluku Utara
Terkonfirmasi: 263
Meninggal: 20
Sembuh: 39
DI Yogyakarta
Terkonfirmasi: 252
Meninggal: 8
Sembuh: 195
Kalimantan Barat
Terkonfirmasi: 245
Meninggal: 4
Sembuh: 145
Kepulauan Riau
Terkonfirmasi: 238
Meninggal: 16
Sembuh: 128
Papua Barat
Terkonfirmasi: 195
Meninggal: 2
Sembuh: 85
Kalimantan Utara
Terkonfirmasi: 170
Meninggal: 2
Sembuh: 135
Sulawesi Tengah
Terkonfirmasi: 159
Meninggal: 4
Sembuh: 95
Lampung
Terkonfirmasi: 152
Meninggal: 11
Sembuh: 109
Gorontalo
Terkonfirmasi: 149
Meninggal: 7
Sembuh: 69
Kep. Bangka Belitung
Terkonfirmasi: 126
Meninggal: 1
Sembuh: 43
Riau
Terkonfirmasi: 120
Meninggal: 6
Sembuh: 107
Nusa Tenggara Timur
Terkonfirmasi: 105
Meninggal: 1
Sembuh: 37
Jambi
Terkonfirmasi: 105
Meninggal: 0
Sembuh: 27
Sulawesi Barat
Terkonfirmasi: 96
Meninggal: 2
Sembuh: 66
Bengkulu
Terkonfirmasi: 92
Meninggal: 4
Sembuh: 48
Aceh
Terkonfirmasi: 22
Meninggal: 1
Sembuh: 18
Lokasi belum diketahui
Terkonfirmasi: 21
Meninggal: 0
Sembuh: 0
• Banjir Landa Wilayah Selatan China, Ratusan Ribu Orang Mengungsi, Tempat-tempat Wisata Rusak
Tiga 'tambahan tertinggi' dalam sepekan
Jumlah kasus positif Covid-19 baru pada Rabu (10/6/2020) bertambah 1.241 kasus.
Penambahan kasus ini menjadi yang terbanyak sejak kasus pertama diumumkan pertama kali pada 2 Maret 2020.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menuturkan, penambahan kasus ini diketahui setelah pemeriksaan spesimen virus corona dilakukan secara agresif oleh pemerintah, baik melalui metode Reverse Transriptase Polymerase Chain Reaction (RT PCR) maupun Tes Cepat Molekuler (TCM).
"Penambahan kasus positif ini disebabkan karena tracing yang agresif dilakukan, sehingga bisa kita lihat, bahwa sebagian besar penambahan kasus ini adalah spesimen yang dikirim oleh Puskesmas atau Dinas Kesehatan," kata Yuri seperti dilansir dari laman BNPB.go.id.
Upaya pelacakan lebih agresif terus dilakukan pemerintah untuk mengetahui sebaran Covid-19 di masyarakat.
• Jelang Khabib Nurmagomedov vs Justin Gaethje: Manajer: Waspada Justin, Semangat Khabib Lagi Tinggi
• Xiaomi Redmi Note 9 dan Redmi Note 9 Pro Laris Manis, Ternyata Ditunggu Gamers, ini Keunggulannya
Presiden Joko Widodo bahkan menargetkan pemeriksaan spesimen dapat menembus angka 20.000 tes per hari.
Target tersebut naik seiring telah dicapainya target pemeriksaan sebelumnya sebanyak 10.000 tes per hari.
"Untuk pengujian spesimen saya kira saya menyampaikan terima kasih bahwa target pengujian spesimen yang dulu saya targetkan 10.000, ini sudah terlampaui," kata Jokowi saat memimpin rapat kabinet terbatas lewat video conference, Kamis (4/6/2020).
"Saya harapkan target berikutnya, ke depan adalah 20.000 per hari. Ini harus mulai kita rancang menuju ke sana," imbuh dia.
Berdasarkan kinerja data yang dilaporkan Gugus Tugas Nasional, peningkatan pemeriksaan spesimen virus corona berjalan lurus dengan penambahan kasus positif Covid-19.
Bahkan, dalam sepekan terakhir tiga rekor penambahan kasus tertinggi tercatat. Pada 4 Juni,
jumlah spesimen yang diperiksa mencapai 13.206 spesimen. Saat itu, terdapat penambahan 585 pasien positif Covid-19.
Selanjutnya, pada 5 Juni terdapat 13.333 spesimen yang diperiksa dengan jumlah pasien positif sebanyak 703 orang.
Berikutnya pada 6 Juni, jumlah spesimen yang diperiksa turun sedikit menjadi 13.095 spesimen.
Meski demikian, jumlah pasien positif baru melonjak 993 orang. Penambahan tersebut merupakan rekor pertama dalam tujuh hari terakhir.
Sementara itu, meski spesimen yang diperiksa turun pada 7 Juni, yaitu sebanyak 11.924 spesimen, namun penambahan kasus positif cukup banyak yakni 672 orang.
Penurunan pemeriksaan spesimen juga terjadi pada 8 Juni yaitu sebanyak 6.988 spesimen.
Meski demikian, jumlah kasus baru yang tercatat tetap mengalami lonjakan sebanyak 847 orang.
Pada 9 Juni, rekor penambahan kasus positif baru dalam sehari kembali pecah yaitu sebanyak 1.043 kasus.
Sedangkan jumlah spesimen yang diperiksa mengalami lonjakan hampir dua kali lipat dari sehari sebelumnya yaitu sebanyak 16.181 spesimen.
Terbaru, pada 10 Juni, rekor penambahan kasus positif baru dalam sehari tembus hingga mencapai 1.241 orang, dengan spesimen yang diperiksa mencapai 17.757 spesimen. Ini merupakan rekor ketiga yang terpecahkan dalam sepekan.
Secara akumulasi, jumlah spesimen yang telah diperiksa pemerintah sejak 1 April hingga 10 Juni telah mencapai 446.918 spesimen.
Adapun, akumulasi konfirmasi kasus positif Covid-19 mencapai 34.316 orang.
Idealnya 30.000 tes
Kendati pelacakan agresif dapat mengungkap kasus positif Covid-19 lebih banyak, Yuri menilai, hal itu justru dapat berdampak positif dalam upaya pengendalian penyebaran virus.
Pasalnya, mereka yang telah dinyatakan positif Covid-19 bisa melakukan isolasi mandiri untuk menyembuhkan penyakit itu.
"Ini adalah bukti, bahwa memang tracing yang agresif akan bisa menangkap begitu banyak kasus positif dan sudah barang tentu kita akan menginginkan kasus ini kemudian melakukan isolasi dengan sebaik-baiknya secara mandiri, agar tidak menjadi sumber penularan bagi orang lain," katanya.
Sementara itu, menurut Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, idealnya tes Covid-19 mencapai 30.000 spesimen per hari.
"Memang mestinya nanti targetnya yang paling maksimal atau yang betul-betul bisa memenuhi standar WHO (World Health Organization) ya 30.000 itu kalau dibandingkan dengan perhitungan rasio jumlah penduduk," kata Muhadjir dalam video conference, pada 4 Juni lalu.
Namun, ia menambahkan, pemerintah tengah menuju target tersebut secara bertahap.
Pelacakan besar-besaran yang akan dilakukan untuk mendeteksi pasien Covid-19 telah dinaikkan targetnya mencapai 20.000 tes per hari.
"Jangan sampai ada mata rantai yang terhubung tidak kita kenali. Karena itu kita perlu melibatkan relawan dan untuk ini sebetulnya menurut saya Tadi Pak Doni (Monardo) yang menyampaikan usahanya mahasiswa lulusan atau masih semester terakhirlah (menjadi relawan)," kata Muhadjir.
"Bisa jurusan kebidanan, jurusan keperawatan, kemudian sarjana kesehatan masyarakat itu untuk melakukan ini saya kira bisa untuk mem-back up dan ini dibutuhkan tenaga yang cukup besar," imbuh dia.
.
.
.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/update-kasus-virus-corona-atau-covid-19-coronavirus.jpg)